Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KLH Dorong Industri Serahkan Limbah Beracun, Wamen Diaz Apresiasi Peran PPLi

        KLH Dorong Industri Serahkan Limbah Beracun, Wamen Diaz Apresiasi Peran PPLi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan limbah Polychlorinated Biphenyls (PCBs) di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target Indonesia Zero PCBs pada 2028.

        Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono saat mengunjungi fasilitas pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026).

        Dalam kunjungan tersebut, Diaz mengapresiasi peran PPLi sebagai salah satu fasilitas pengolahan limbah B3, termasuk dalam pengolahan dan dekontaminasi PCBs.

        Menurut Diaz, keberadaan fasilitas pengolahan seperti PPLi menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia memenuhi target penghapusan PCBs yang telah disampaikan kepada dunia.

        "Kami sebenarnya sangat senang adanya PPLi ini dan tentunya memberikan apresiasi bahwa PPLi bisa menjadi tulang punggung kita semua untuk mencapai target atau komitmen yang sudah Indonesia sampaikan ke dunia. Saya rasa tanpa PPLi, kita tidak bisa mencapai target tersebut," ujar Diaz.

        Target Indonesia Zero PCBs pada 2028 merupakan bagian dari aturan nasional melalui Peraturan Menteri LHK sekaligus implementasi komitmen Indonesia dalam Stockholm Convention.

        Untuk mengejar target tersebut, KLH/BPLH berkomitmen membantu memperlancar pasokan atau feedstock limbah PCBs. Pemerintah juga mendorong penarikan limbah tersebut dari berbagai sektor yang masih menggunakan peralatan mengandung PCBs.

        Diaz mengimbau perusahaan swasta maupun BUMN yang masih memiliki atau menggunakan peralatan mengandung PCBs, termasuk trafo listrik, agar segera menyerahkannya kepada fasilitas pengolahan resmi.

        "Artinya, semua perusahaan swasta ataupun BUMN yang masih menggunakan PCBs, terutama di trafo misalnya, kalau bisa bagaimanapun caranya itu bisa mengembalikan atau mengirimkan PCBs-nya ke PPLi agar bisa diproses dengan baik," kata Diaz.

        Dia menjelaskan, pengolahan di PPLi mencakup proses dehalogenasi, insinerator, hingga enkapsulasi ke landfill.

        Sementara itu, Direktur Sales dan Customer Service Industrial PPLI Yurnalisdel menyambut positif dukungan pemerintah terhadap upaya pengelolaan PCBs.

        Menurut dia, kunjungan tersebut memperkuat dukungan pemerintah terhadap kesiapan industri dalam membantu mencapai target Indonesia bebas PCBs pada 2028.

        "Dari kunjungan ini kita berharap inilah bentuk dukungan pemerintah ke kita, karena negara sudah menargetkan Indonesia bebas PCB di 2028. Hari ini kita mendapat komitmen yang lebih kuat dari pemerintah," ujar Yurnalisdel.

        Yurnalisdel mengatakan PPLI telah menyiapkan infrastruktur, sumber daya manusia, dan teknologi untuk melakukan pengelolaan limbah PCBs.

        "Kita di sisi industri, dalam hal ini PPLI, sudah sangat siap dari infrastruktur, sumber daya manusia, hingga teknologi untuk melakukan pengelolaan PCBs sebagaimana seharusnya," tegasnya.

        Selain mempercepat pengumpulan limbah PCBs dari berbagai wilayah Indonesia, pemerintah juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan. Hal itu diperlukan agar kapasitas fasilitas pengolahan dapat seimbang dengan pasokan limbah yang masuk.

        KLH/BPLH menyatakan siap memberikan dukungan kebijakan. Pemerintah juga akan menerbitkan surat dukungan terkait fasilitas pemusnahan PCBs.

        Baca Juga: Limbah Sasirangan Capai 250 Liter per Produksi, Kemenperin Olah hingga Bisa Dipakai Kembali

        Di sisi lain, Diaz mengungkapkan rencana pemerintah untuk berkoordinasi dengan badan-badan internasional, termasuk UN Resident Coordinator dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

        Koordinasi tersebut antara lain untuk meninjau kembali metodologi penghitungan serta mekanisme target teknis yang telah disepakati secara global.

        "Hari ini saya ke sini menegaskan dukungan kami ke PPLi. Jika beberapa hari terakhir fokus kita membasmi api dari gambut dan asap TPA, kali ini kita fokus membasmi PCBs dari seluruh Indonesia. KLH siap memberikan dukungan penuh bagi industri dan fasilitas pengolahan demi kelestarian lingkungan Indonesia," tutup Diaz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: