Life Jacket Ditemukan Saat Cari 8 Orang Hilang, SAR: Tak Bisa Langsung Dinyatakan Milik Korban
Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Tim SAR gabungan menemukan sebuah life jacket saat mencari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau. Namun, benda tersebut belum dapat dipastikan merupakan perlengkapan milik delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.
Pelampung ditemukan oleh KAL Anyer saat melakukan penyisiran pada Kamis (10/9/2026), atau memasuki hari ketiga operasi pencarian. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik kontak terakhir rombongan sehingga tim SAR masih melakukan identifikasi sebelum mengaitkannya dengan korban.
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan asal pelampung tersebut. Menurutnya, life jacket yang ditemukan belum memiliki identitas dan masih bisa saja merupakan perlengkapan yang digunakan nelayan.
"Untuk temuan tim KAL Anyer saat ini masih akan dilaksanakan identifikasi terlebih dahulu. Mohon dari rekan-rekan menunggu, mengingat posisi penemuan tersebut cukup jauh dari lokasi kejadian," kata Wawan kepada wartawan di Posko SAR Carita, Pandeglang, Kamis.
Selain life jacket, tim juga menemukan sebuah botol tabung berwarna putih di lokasi yang sama. Kedua benda tersebut akan dibawa dan dikumpulkan di posko untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Di lokasi yang ditemukan itu baru satu buah life jacket tanpa identitas dan satu buah botol tabung putih yang sepertinya masih umum digunakan oleh nelayan. Jadi kita tidak bisa langsung mendeklarasikan bahwa itu barang-barang yang berkaitan dengan korban," ujar Wawan.
Tim SAR selanjutnya akan mencocokkan pelampung tersebut dengan perlengkapan yang digunakan speedboat Arupadhatu 1. Kapal itu merupakan speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga kru sebelum mereka hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Wawan mengatakan pemilik kapal juga akan dihubungi untuk memastikan apakah life jacket yang ditemukan merupakan bagian dari perlengkapan kapal yang disewa rombongan. Langkah tersebut diperlukan agar benda yang ditemukan tidak langsung dikaitkan dengan korban hanya berdasarkan lokasi penemuannya.
"Makanya itu kita membandingkan dengan membawa dulu, akan mengecek dulu dikumpulkan di posko. Tidak langsung kita merilis, karena kita akan menanyakan pemilik kapal apakah betul barang tersebut milik kapal yang disewa pada hari Senin," katanya.
Dari sisi lokasi, pelampung ditemukan di sisi barat Anyer, sekitar 7,05 nautical mile dari wilayah perairan Anyer. Jika dibandingkan dengan titik kontak terakhir rombongan, jarak antara lokasi temuan dan titik tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10-12 nautical mile.
"Kalau lokasi jauhnya penemuan dari posisi kontak terakhir kurang lebih 10-12 nautical mile, tapi kalau dari posisi Gunung Anak Krakatau itu masih perlu diukur ulang," ujar Wawan.
Hingga Kamis sore, belum ada temuan lain yang dapat dipastikan berkaitan dengan delapan orang yang hilang. Tim SAR gabungan masih melanjutkan penyisiran untuk menemukan keberadaan rombongan yang belum diketahui sejak Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Sufmi Dasco Minta Tim SAR Optimalkan Pencarian
Lima jurnalis yang masih dicari yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka kemudian menuju kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya hilang kontak dan memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Memasuki hari ketiga, pencarian masih difokuskan untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi area operasi. Temuan life jacket menjadi salah satu perkembangan dalam pencarian, tetapi SAR masih menunggu hasil identifikasi untuk mengetahui apakah benda tersebut benar-benar berkaitan dengan rombongan yang hilang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: