Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Otomotif Astra Tumbuh 9%, Toyota dan Daihatsu Jadi Penopang

        Laba Otomotif Astra Tumbuh 9%, Toyota dan Daihatsu Jadi Penopang Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Segmen otomotif menjadi salah satu penopang kinerja PT Astra International Tbk (ASII) pada semester I 2026. Laba bersih dari segmen tersebut tumbuh 9% secara tahunan menjadi Rp5,9 triliun.

        Pertumbuhan itu ditopang oleh penjualan mobil baru serta peningkatan kontribusi bisnis komponen. Presiden Direktur Astra International Rudy mengatakan kinerja divisi komponen grup turut mencatatkan pertumbuhan yang cukup kuat.

        "Kontribusi laba bersih divisi komponen grup juga meningkat sebesar 23% menjadi Rp921 miliar pada semester pertama tahun 2026, dengan peningkatan kontribusi dari semua segmen," ujar Rudy dalam Public Expose Live, Kamis (10/9).

        Dari bisnis sepeda motor, penjualan Honda yang berada di bawah Astra meningkat 1% pada semester I 2026. Pangsa pasar Honda juga mencapai 77%.

        Kinerja tersebut sejalan dengan pasar sepeda motor nasional yang tumbuh 1% menjadi sekitar 3,1 juta unit sepanjang enam bulan pertama 2026.

        Toyota dan Daihatsu Jadi Penopang

        Di pasar mobil, Toyota dan Daihatsu masih menjadi penyumbang utama penjualan Astra. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil grup Astra mencapai 261.440 unit sepanjang Januari-Juli 2026.

        Jumlah tersebut meningkat 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 233.687 unit.

        Toyota, Lexus, dan Daihatsu menjadi kontributor terbesar terhadap capaian tersebut. Penjualan Toyota dan Lexus secara kumulatif mencapai 156.336 unit hingga Juli 2026, naik 8,4% dari 144.210 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Sementara itu, Daihatsu mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Penjualannya naik 17,2% secara tahunan dari 74.809 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 87.670 unit hingga Juli 2026.

        Di segmen kendaraan komersial, Isuzu menyumbang penjualan 16.906 unit sepanjang Januari-Juli 2026. Sementara UD Trucks mencatatkan penjualan sebanyak 528 unit.

        Baca Juga: Astra Naikkan Kepemilikan di AUTO, Ini Alasannya

        Baca Juga: Capex Astra Tembus Rp16,9 Triliun di Semester I, Akuisisi Tambang Emas Jadi Porsi Terbesar

        Baca Juga: Astra International Siapkan Rp858,39 Miliar untuk Tender Sukarela Saham AUTO

        Astra juga masih menguasai segmen Low Cost Green Car (LCGC). Rata-rata pangsa pasar Astra di segmen tersebut mencapai 78,8% sepanjang Januari-Juli 2026, meningkat dari 74,6% pada periode yang sama tahun lalu.

        Pangsa pasar LCGC Astra bahkan sempat mencapai 85% pada Juni dan 84% pada Juli 2026.

        Secara keseluruhan, Astra menguasai sekitar 50% pasar mobil nasional hingga Juli 2026. Pada periode yang sama, total penjualan mobil nasional tercatat 517.726 unit.

        Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan Astra masih mencermati perkembangan pasar otomotif nasional yang menunjukkan pertumbuhan hingga Juli 2026.

        "Pada tujuh bulan pertama tahun ini, pangsa pasar penjualan mobil Grup Astra mencapai 50%. Astra terus mencermati dinamika pasar otomotif nasional," ujar Windy.

        Dengan pertumbuhan penjualan mobil grup serta meningkatnya kontribusi bisnis komponen, segmen otomotif masih menjadi salah satu sumber utama kinerja Astra pada paruh pertama 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: