Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Capex Astra Tembus Rp16,9 Triliun di Semester I, Akuisisi Tambang Emas Jadi Porsi Terbesar

Capex Astra Tembus Rp16,9 Triliun di Semester I, Akuisisi Tambang Emas Jadi Porsi Terbesar Kredit Foto: Astra Internasional
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Astra International Tbk (ASII) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp16,9 triliun hingga semester I-2026. Realisasi tersebut setara sekitar 47% dari total anggaran capex Astra sepanjang tahun ini yang mencapai Rp36 triliun.

Presiden Direktur Astra International, Rudy mengatakan sebagian besar capex pada paruh pertama 2026 dialokasikan untuk aksi korporasi di sektor pertambangan. Nilainya mencapai Rp11,7 triliun dan digunakan untuk mendukung akuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam oleh PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sedangkan sekitar Rp5,2 triliun dialokasikan untuk belanja modal rutin, terutama pengadaan alat berat yang digunakan untuk menunjang kegiatan bisnis kontraktor pertambangan.

"Seperti biasanya kami melakukan (alokasi belanja modal) ini secara prudent, sesuai dengan kebutuhan bisnis, peluang pertumbuhan dan tentunya penciptaan nilai jangka panjang untuk grup," ujar Rudy dalam agenda public expose, Kamis (10/9/2026).

Dari sisi kinerja, Astra membukukan laba bersih Rp12,5 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut turun 19,22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,51 triliun.

Baca Juga: Astra International Siapkan Rp858,39 Miliar untuk Tender Sukarela Saham AUTO

Baca Juga: Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan Komersial di Bandara Husein Sastranegara, Bandung

Baca Juga: Laba United Tractors (UNTR) Anjlok Jadi Rp742,22 Miliar, dari Rp8,37 Triliun

Penurunan laba turut tercermin pada laba per saham dasar dan dilusian yang masing-masing turun dari Rp383 per saham menjadi Rp313 per saham.

Di sisi pendapatan, Astra mencatatkan Rp157,91 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, turun 3,03% dibandingkan Rp162,85 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan