Kredit Foto: Instagram @barackobama
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta Partai Demokrat menjadikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu agenda utama jika kembali menguasai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.
Obama menilai Demokrat perlu memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi perkembangan AI, terutama terkait dampaknya terhadap ekonomi dan keselamatan teknologi. Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan sebagian besar dikembangkan oleh perusahaan swasta.
Pernyataan tersebut disampaikan Obama dalam acara penggalangan dana Partai Demokrat pada Kamis, dikutip dariĀ The New York Times. Dalam acara tersebut, Obama diwawancarai Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries mengenai langkah yang perlu diambil Kongres dalam merespons perkembangan AI.
Obama mengatakan Demokrat perlu membangun kerangka pembahasan publik mengenai AI apabila berhasil merebut kembali mayoritas kursi DPR AS. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi membawa risiko sekaligus manfaat besar bagi masyarakat.
Salah satu manfaat yang disorot Obama adalah penggunaan AI dalam pengembangan obat. Teknologi tersebut dinilai berpotensi mempercepat proses penemuan obat dan membantu pengobatan berbagai penyakit.
Di sisi lain, Obama memperingatkan bahwa perkembangan AI juga dapat menimbulkan risiko apabila tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memiliki strategi untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat tersebut.
Jeffries juga menilai pemerintah dan Kongres perlu mengambil tindakan terhadap perkembangan AI. Menurutnya, pengembangan teknologi harus tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
Perhatian Obama terhadap perkembangan AI juga ditunjukkan melalui komunikasi dengan sejumlah pimpinan perusahaan teknologi. Obama disebut menjadi tempat bertukar pandangan bagi para eksekutif industri AI dan telah berbicara dengan CEO Anthropic Dario Amodei serta CEO OpenAI Sam Altman.
Sementara itu, Amodei sebelumnya mengusulkan pendekatan untuk mengendalikan laju pengembangan AI terdepan. Salah satu gagasannya adalah memberikan akses kepada evaluator keselamatan independen untuk menguji model dan sistem AI milik perusahaan teknologi besar.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tambah Storage, AI Memaksa Perusahaan Benahi Infrastruktur Data
Baca Juga: PBB Ketar-ketir AI Makin Canggih, Sebut Bisa Mengancam Eksistensi Manusia
Amodei juga mendorong perusahaan teknologi menyusun standar keselamatan bersama. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah tokoh teknologi, termasuk Altman.
Isu keselamatan AI juga menjadi perhatian Presiden AS Donald Trump. Trump mengatakan AS harus mempertahankan posisi terdepan dalam pengembangan AI karena negara yang memenangkan persaingan teknologi tersebut dinilai akan memperoleh keunggulan strategis.
Trump juga membuka peluang penerapan pembatasan atauĀ guardrails terhadap AI. Namun, dia menilai sejumlah kekhawatiran mengenai teknologi tersebut telah dibawa terlalu jauh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri