Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Terbongkar! Staf Kelab Beberkan Kejadian Malam Betrand Peto: Tak Ada Kekerasan Seksual!

        Terbongkar! Staf Kelab Beberkan Kejadian Malam Betrand Peto: Tak Ada Kekerasan Seksual! Kredit Foto: Instagram/betrandpetoputraonsu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ruben Onsu angkat bicara setelah Betrand Peto dilaporkan terkait dugaan kekerasan seksual. Melalui akun Instagram pribadinya, Ruben mengunggah video keterangan sejumlah staf kelab yang bertugas pada malam kejadian.

        Dalam video tersebut, seorang server bernama Jakaria menceritakan situasi yang terjadi di dalam room tempat Betrand Peto dan kawan-kawannya berada. Menurut Jakaria, awalnya terdapat tiga perempuan yang masuk ke room dan suasana berlangsung dengan baik sebelum dirinya meninggalkan ruangan untuk bertugas di lounge.

        "Kejadian malam itu ada tiga cewek masuk ke dalam room. Mereka have fun, akhirnya gue tinggal ke lounge, pas datang lagi ada satu cewek menangis. Saya tanyakan, 'Ada apa ini?', kepada si BP. BP bilang, 'Gak apa-apa biar saya yang nenangin'. Saya merasa ada tanggung jawab di situ, jadi saya tanya lagi, 'Kenapa?'," kata Jakaria dilihat pada Senin (14/9/2026).

        Jakaria kemudian mengatakan seorang teman ANW yang mengalami luka robek di bagian telinga tersulut emosi karena ANW menangis. Perempuan tersebut disebut sempat kembali masuk ke room setelah sebelumnya dikeluarkan dan kemudian terlibat cekcok dengan teman Betrand Peto.

        "Masuk ke dalam room lagi, marah-marah dengan omongan tinggi ke si A (teman Onyo). Teman Onyo, 'Jangan kampungan, kalau bikin ribut mending keluar aja sana!'. Akhirnya ada cewek si A nyamperin misahin," tuturnya. Menurut Jakaria, cekcok tersebut kemudian berujung perkelahian antarsesama perempuan.

        "Berantem di situ jambak-jambakan. Saya misahin di situ. Sudah dipisahin, saya keluarin si kuping yang berdarah, 'Kenapa bisa kayak gini sampai berantem-berantem?'. Tetap dia gak terima, akhirnya saya panggil manajer saya," kata Jakaria.

        Perempuan yang mengalami luka di telinga itu disebut kembali masuk ke room dan mengancam akan memviralkan kejadian tersebut. "Yang kuping berdarah itu masuk lagi (ke room) masih gak terima, dia bilang 'Saya akan viralin semua ini'. Manajer saya ngerasa udah cukup, akhirnya dikeluarin Si Kuping yang berdarah ini akhirnya mereka ke rumah sakit," sambungnya.

        Terkait dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Betrand oleh ANW, Jakaria menyatakan berdasarkan apa yang diketahuinya tidak melihat kejadian tersebut. Ia mengatakan suasana sejak awal kedatangan ANW dan teman-temannya ke room Betrand berlangsung baik.

        "Kalau untuk hal itu gak ada. Mereka dari awal bilang yang mau-mau aja, have fun-have fun aja, mungkin dalam keadaan mabuk merasa dilecehkan, tapi ya memang gak ada keributan hal tersebut. Ada teman saya yang di room mungkin lebih tahu," tuturnya.

        Jakaria juga menilai pemberitaan mengenai kejadian tersebut terlalu berlebihan dan mengatakan dirinya sempat berupaya agar persoalan diselesaikan dengan baik. "Berita yang beredar terlalu melebih-lebihkan gak ada hal seperti itu. Semua juga sudah kenal, 'Kenapa sampai gitu apalagi sampai ke Polda lapor?'. Apalagi saya yang jaga mau menyelesaikan baik-baik jangan sampai ada hal-hal di luar sana jadi huru-hara, tapi dari pihak mereka yang cewek itu gak mau," tegasnya.

        Server lainnya, Revi, turut memberikan kesaksiannya mengenai situasi di room pada malam tersebut. Ia mengatakan para pengunjung awalnya terlihat menikmati suasana dengan berjoget, bernyanyi, dan bersulang bersama sebelum dirinya keluar untuk menangani room lain.

        Baca Juga: Betrand Peto Tepis Tuduhan Pelecehan Seksual: Aku Tidak Kenal Cewek Itu...

        "Mereka enjoy joget bareng, nyanyi bareng, cheers bareng, aku pikir mereka enjoy bareng. Posisi lagi ramai aku keluar dulu buat handle room yang lain, pas aku balik masuk ada yang nangis cewek. Gak lama seperti itu aku panggil server lain yang memang PIC kak A (teman Betrand Peto). Dia (ANW) nangis terus, ada temennya yang gak terima temannya nangis," tutur Revi.

        Revi juga mengatakan dirinya tidak melihat adanya kekerasan seksual yang dilakukan Betrand dalam room tersebut. "Kekerasan Kak BP gak ada, pas aku lihat si cewek nangis justru dia (Betrand) nyamperin, 'Kakak kenapa nangis?'" kata Revi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: