Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sudah Punya Ballon d'Or, Dembélé Malah Tak Ngoyo Pertahankan: Fokusnya PSG

        Sudah Punya Ballon d'Or, Dembélé Malah Tak Ngoyo Pertahankan: Fokusnya PSG Kredit Foto: FIFA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ousmane Dembélé memilih bersikap santai menghadapi persaingan Ballon d'Or 2026. Meski berstatus sebagai pemenang edisi sebelumnya, penyerang Paris Saint-Germain itu menegaskan penghargaan individu tersebut bukan sesuatu yang menjadi obsesinya.

        Dembélé mengakui Ballon d'Or tetap menjadi sebuah tujuan dan impian dalam kariernya. Namun, pemain asal Prancis itu tidak ingin menjadikan penghargaan tersebut sebagai sesuatu yang harus dipaksakan setiap musim.

        "Bukan, ini sepak bola. Ini tidak pernah menjadi obsesi. Sebuah tujuan atau mimpi, iya, tetapi bukan obsesi," ujar Dembélé dalam wawancara yang dikutip Tribuna.

        Sikap tersebut cukup menarik karena Dembélé kini menghadapi tekanan yang berbeda setelah memenangkan Ballon d'Or 2025. Status sebagai pemenang justru membuatnya mendapat sorotan lebih besar dan tuntutan untuk kembali membuktikan diri di level tertinggi.

        Dembélé mengakui dirinya kini lebih sering berada di bawah pengawasan. Menurut dia, kritik akan selalu datang dalam sepak bola, terlebih setelah seorang pemain berhasil mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi tersebut.

        Baginya, kemenangan tahun lalu bukan alasan untuk merasa sudah selesai membuktikan kualitas. Dembélé justru menilai setiap musim baru harus menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa dirinya memang pantas mendapatkan penghargaan tersebut.

        "Anda harus menunjukkan setiap musim bahwa Anda tidak dipilih sebagai pemenang Ballon d'Or tanpa alasan," ujar Dembélé. Ia menilai pencapaian masa lalu tetap penting, tetapi tidak bisa dijadikan alasan untuk berhenti bekerja keras.

        Dembélé juga memilih mengutamakan keberhasilan bersama PSG sebelum memikirkan penghargaan pribadi. Menurutnya, peluang seorang pemain untuk memenangkan Ballon d'Or sangat berkaitan dengan bagaimana performanya bersama klub sepanjang musim.

        "Lebih dulu harus menang bersama tim. Kalau Anda tidak menjalani musim yang bagus secara individu dan kolektif, Anda tidak akan memenangkan trofi ini," kata Dembélé.

        Baca Juga: Bukan Cuma Juara ASEAN Cup, Ini 3 Target Besar PSSI untuk Timnas Indonesia

        Pemikiran tersebut terlihat dari cara Dembélé menghadapi persaingan Ballon d'Or 2026. Ketika diminta menyebut kandidat favoritnya, dia bahkan tidak memasukkan namanya sendiri dalam daftar pilihan.

        Dembélé justru menyebut rekan setimnya di PSG, Khvicha Kvaratskhelia, sebagai salah satu kandidat. Harry Kane dan Kylian Mbappe juga masuk dalam pilihannya, sementara Lamine Yamal, Michael Olise, Fabian Ruiz, dan Willian Pacho turut disebut sebagai pemain yang layak diperhitungkan.

        Sikap Dembélé tersebut membuat persaingan Ballon d'Or 2026 semakin menarik. Sebagai pemegang trofi, dia sebenarnya memiliki modal besar, tetapi dirinya sendiri tidak ingin sibuk melakukan kampanye untuk mempertahankan penghargaan tersebut.

        Dembélé juga merasa performanya pada musim terakhir tidak bisa dinilai hanya dari angka statistik. Setelah sempat mengalami masalah fisik, dia menilai dirinya justru mampu tampil lebih baik pada momen-momen penting bersama PSG.

        Dembélé tetap membuka peluang untuk kembali memenangkan Ballon d'Or. Bedanya, kali ini dia memilih mengejar prestasi bersama PSG terlebih dahulu dan membiarkan penghargaan individu mengikuti hasil kerja kerasnya di atas lapangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: