Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kabar Gembira! Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 Meski Minyak Dunia Meroket

        Kabar Gembira! Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 Meski Minyak Dunia Meroket Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah gejolak meroketnya harga minyak mentah dunia, pemerintah membawa napas lega bagi masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga penghujung tahun 2026.

        Kebijakan ini dipertahankan sebagai benteng pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, meskipun beban anggaran negara kian berat.

        "Sampai dengan sekarang, Alhamdulillah sudah kita komit untuk harga subsidi sampai dengan 31 Desember, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan," tegas Bahlil dalam ajang InTechSea Award 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

        Keputusan menahan harga BBM subsidi ini bukan tanpa risiko. Bahlil memaparkan, harga minyak mentah dunia saat ini sedang melonjak hingga menyentuh level 106 dollar AS per barel.

        Di sisi lain, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) kini bertengger di kisaran 85-90 dollar AS per barel.

        Angka tersebut jauh melompat di atas asumsi dasar ICP dalam APBN 2026 yang hanya dipatok pemerintah sebesar 70 dollar AS per barel. Jarak harga yang terlampau jauh ini otomatis membuat tagihan subsidi energi pemerintah berpotensi membengkak hebat.

        "Jadi bayangkan berapa subsidi kita Bapak-Ibu semua. Putar otak lagi. Kita harus mampu membuat rumusan kebijakan, yang sekalipun kondisi global itu terjadi yang luar biasa, tapi kepastian terhadap harga harus kita jamin," tambah Bahlil.

        Demi merealisasikan komitmen penahanan harga BBM tersebut, pemerintah tidak tinggal diam. Upaya penguatan ketahanan energi nasional terus digenjot dengan mencari sumber pasokan minyak mentah alternatif dari negara-negara mitra.

        Salah satu langkah nyata yang diambil pemerintah adalah mendatangkan pasokan minyak mentah dari Rusia. Bahlil mengungkapkan bahwa minyak dari negara tersebut sudah mulai mengalir masuk ke Indonesia.

        Pengiriman tahap perdana tercatat telah tiba pada Juli 2026 lalu, dan saat ini pengiriman tahap kedua sedang dalam proses penyelesaian.

        Manuver mendatangkan minyak Rusia ini menjadi amunisi utama pemerintah dalam menjamin stok BBM di dalam negeri aman, sekaligus melindungi masyarakat dari ketidakpastian harga minyak global hingga 31 Desember 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: