- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) anjlok 9,2% atau 1.025 poin menjadi Rp10.075 per saham menjelang penutupan sesi I perdagangan Selasa (15/9/2026).
Penurunan terjadi setelah tiga anak usaha perusahaan milik Low Tuck Kwong tersebut menyatakan kondisi force majeure terkait kewajiban pemenuhan pasokan batu bara berdasarkan Coal Supply Agreement kepada pelanggan.
Ketiga anak usaha tersebut adalah PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima. Pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026), saham BYAN masih berada di level Rp11.100 per saham.
Asal tahu saja, Direktur Bayan Resources, Low Yi Ngo mengatakan force majeure terjadi karena persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk ketiga anak usaha tersebut belum diterbitkan.
Padahal, permohonan perubahan RKAB telah diajukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Mengingat ketetapan persetujuan RKAB diperlukan agar anak-anak perseroan dapat menjalankan kegiatan produksi batu baranya secara sah, kondisi saat ini memengaruhi kemampuan perseroan dan anak usaha untuk memenuhi kewajibannya kepada para pelanggannya," ujar Low dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/9/2026).
Atas kondisi tersebut, Bayan Resources bersama ketiga anak usahanya telah memberitahukan kepada para pelanggan bahwa keadaan tersebut merupakan peristiwa force majeure. Pemberitahuan itu disampaikan pada 11 September 2026.
Baca Juga: 3 Anak Usaha Bayan Resources Nyatakan Force Majeure, RKAB 2026 Jadi Biang Masalah
Baca Juga: Haji Isam Tawar 62,2% Saham BYAN, Nilainya Jauh di Bawah Harga Pasar
Baca Juga: Low Tuck Kwong Buka Peluang Lepas Saham BYAN, Rumor Akuisisi Haji Isam Menguat
Low menegaskan, belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB 2026 memberikan dampak yang cukup material terhadap kelangsungan usaha perseroan.
Namun, pemberitahuan force majeure dilakukan sebagai langkah untuk meminimalkan risiko dan/atau konsekuensi yang mungkin timbul bagi Bayan Resources maupun ketiga anak usahanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: