Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Low Tuck Kwong Buka Peluang Lepas Saham BYAN, Rumor Akuisisi Haji Isam Menguat

Low Tuck Kwong Buka Peluang Lepas Saham BYAN, Rumor Akuisisi Haji Isam Menguat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konglomerat Low Tuck Kwong yang juga pemilik dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membuka peluang untuk melepas mayoritas kepemilikannya kepada konsorsium yang dipimpin pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi menjadi salah satu aksi akuisisi terbesar dalam sejarah industri pertambangan Indonesia.

Melansir Bloomberg, Rabu (26/8/2026), keluarga Low Tuck Kwong saat ini menguasai sekitar 62% saham Bayan Resources. Porsi tersebut terdiri 40% saham yang dimiliki Low Tuck Kwong dan 22% saham yang dikuasai putrinya.

Berdasarkan rumor yang beredar di pasar, konsorsium yang dipimpin Haji Isam disebut membidik sekitar 62,2% saham BYAN. Nilai transaksi yang dikabarkan mencapai US$5,5 miliar. Namun, harga penawaran tersebut berpotensi berada di bawah harga pasar. 

Salah satu pertimbangan dalam penentuan harga adalah terbatasnya porsi saham publik atau free float BYAN.

Haji Isam Bukan Satu-Satunya Calon Pembeli

Konsorsium Haji Isam disebut sebagai salah satu calon pembeli yang kuat. Meski demikian, terdapat pihak lain yang dikabarkan turut menyatakan minat untuk mengakuisisi saham pengendali BYAN.

Identitas calon pembeli lain tersebut belum diketahui karena pembicaraan masih berlangsung secara tertutup.

Spekulasi mengenai transaksi ini semakin menguat setelah Haji Isam, Low Tuck Kwong, dan Norman Joesoef terlihat bersama saat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Baca Juga: PGUN Bantah Isu Akuisisi BYAN, Tegaskan Belum Ada Rencana

Baca Juga: Emiten Milik Haji Isam Bantah Akuisisi 62,25 Saham BYAN

Baca Juga: Diinginkan Haji Isam, tapi BYAN Dapat Status Khusus Ini dari BEI

Di sisi lain, manajemen Bayan Resources menyatakan belum mengetahui adanya rencana akuisisi tersebut.

Sekretaris Perusahaan Bayan Resources, Jenny Quantero, mengatakan, manajemen tidak mengetahui rencana transaksi sebagaimana yang beredar di pasar. 

"Pemegang saham pengendali disebut selalu terbuka terhadap berbagai peluang investasi yang dapat memaksimalkan nilai bagi pemegang saham," ujar Jenny belum lama ini.

Hingga saat ini, pembicaraan terkait rencana akuisisi masih berada pada tahap penjajakan awal. Belum ada kepastian mengenai nilai transaksi, struktur kesepakatan, maupun apakah akuisisi tersebut pada akhirnya akan terealisasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan