Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Putra konglomerat Dato' Sri Tahir, Jonathan Tahir melepas 523,35 juta saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA). Saham tersebut dijual dengan harga Rp10 per lembar dalam transaksi pada 10 September 2026.
Aksi jual itu tercantum dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/9/2026). Nilai jual Rp10 per saham tercatat jauh di bawah harga perdagangan MAYA di pasar reguler.
Bank Mayapada menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut berkaitan dengan penyelesaian kewajiban utang Jonathan.
“Tujuan transaksi untuk penyelesaian utang,” tulis manajemen MAYA dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Selasa (15/9/2026).
Penjualan 523,35 juta saham membuat jumlah saham yang dimiliki secara langsung oleh Jonathan kini tersisa 1,019 miliar lembar. Porsi tersebut setara 3,89% dari seluruh saham MAYA, turun dari sebelumnya 1,542 miliar saham atau 5,89%.
Baca Juga: Investor Asing Catat Net Sell Rp383,65 Miliar, BUMI Jadi Saham Paling Banyak Diborong
Baca Juga: Saham SMRA Ambruk 6,6% Usai Bos Summarecon Terjaring OTT KPK
Baca Juga: Bos Summarecon Agung Terjaring OTT KPK, Kasus HGB di Bogor Jadi Sorotan
Komposisi Pemegang Saham MAYA
Berdasarkan data per akhir Agustus 2026, Jonathan sebelumnya masuk dalam jajaran pemegang saham MAYA dengan porsi sedikitnya 5%.
Struktur pemegang saham lainnya mencakup PT Mayapada Karunia Corporation yang menguasai 24,16% saham, PT Mayapada Kasih 12,31%, PT Gatsu Griya Meqatama 8,75%, serta JPMCB Na Re-Cathay Life Insurance Co Ltd sebesar 8,58%.
Di sisi lain, Tahir yang berstatus sebagai pemegang saham pengendali sekaligus ultimate beneficial owner (UBO) Bank Mayapada tercatat menguasai 19,34% saham.
Dengan berkurangnya 523,35 juta saham tersebut, porsi langsung Jonathan kini berada di bawah level 5%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan