Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Potensi Longsor, Pramono Minta Warga Tetap Waspada

        BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Potensi Longsor, Pramono Minta Warga Tetap Waspada Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta membuka informasi mengenai seluruh potensi ancaman bencana kepada publik. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengantisipasi risiko gerakan tanah dan tanah longsor sejak dini.

        Pramono mengatakan keterbukaan informasi mengenai potensi bencana penting agar masyarakat mengetahui risiko di wilayah tempat tinggalnya dan tidak terkejut ketika terjadi kondisi darurat.

        “Iya, saya memang menyampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, semua potensi ancaman itu dikomunikasikan kepada publik, kepada masyarakat, supaya masyarakat tidak terkaget-kaget,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/9/2026).

        Menurut Pramono, penyampaian informasi secara cepat kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana. Ia mencontohkan langkah serupa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta saat mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

        “Seperti antisipasi kita ketika Gunung Krakatau atau Anak Gunung Krakatau, itu kan terjadi cepat karena memang dikomunikasikan. Kalau saya, mudah-mudahan enggak terjadi. Tetapi itu bagian dari memperingatkan kepada masyarakat,” katanya.

        Baca Juga: Pramono Ungkap Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun hingga Juni 2026

        Baca Juga: Pramono Mau Gandeng Swasta untuk Kubur Kabel Semrawut Jakarta

        Baca Juga: Pramono Bakal Buat CFD Jakarta Digelar Dua Kali Sepekan

        Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta merilis peringatan dini potensi gerakan tanah dan tanah longsor di sejumlah wilayah Jakarta pada September 2026 berdasarkan pemetaan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

        Pemetaan tersebut mencatat sembilan kecamatan masuk dalam zona menengah potensi pergerakan tanah. Tujuh kecamatan berada di Jakarta Selatan, yakni Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

        Sementara itu, dua kecamatan lainnya berada di Jakarta Timur, yakni Kramat Jati dan Pasar Rebo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: