Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        TikTok Food Fest 2026 Bawa Tren Kuliner dari Layar ke Meja Makan

        TikTok Food Fest 2026 Bawa Tren Kuliner dari Layar ke Meja Makan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tren kuliner yang berawal dari layar ponsel kini semakin mudah berujung pada pengalaman nyata. Melalui TikTok Food Fest 2026, TikTok kembali mempertemukan kreator, pelaku usaha makanan dan minuman (F&B), serta komunitas untuk membawa inspirasi kuliner di platform digital ke meja makan sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi industri kuliner Indonesia.

        Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, TikTok Food Fest 2026 mengusung tema “Every Ingredient Tells a Story”. Tema tersebut mengangkat cerita di balik setiap sajian, mulai dari keunikan hidangan, resep kreatif, kekayaan bahan pangan lokal, hingga pilihan makanan sehat.

        Rangkaian TikTok Food Fest 2026 telah berlangsung sejak Juli dan akan mencapai puncaknya melalui festival kuliner secara langsung pada 26–27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta. Festival ini menghadirkan lebih dari 40 pelaku usaha F&B dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

        Pengunjung nantinya dapat mencicipi beragam makanan dan minuman, menikmati menu hasil kolaborasi kreator, mengikuti demonstrasi memasak, pertunjukan musik, aktivitas kebugaran, hingga berbagai permainan interaktif. Pengalaman kuliner juga dilengkapi Culinary Passport serta permainan Make a TikTok dan Lucky Draw.

        Commercial Partnership TikTok SEA Fadlia Hifzia mengatakan, cara masyarakat menikmati kuliner kini tidak lagi sebatas mencoba makanan atau mendatangi tempat makan, tetapi juga berbagi cerita dan terhubung melalui konten digital.

        “Melalui tema ‘Every Ingredient Tells a Story’, kami ingin mengangkat kisah di balik setiap bahan, mulai dari asal-usul dan tradisi hingga kreativitas yang melahirkan sajian baru. TikTok Food Fest 2026 membawa semangat tersebut dari TikTok ke dunia nyata dengan mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas untuk berkolaborasi serta merayakan kekayaan kuliner Indonesia bersama,” ujar Fadlia.

        Potensi tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri kuliner nasional. Pada 2025, industri makanan dan minuman tumbuh 6,38%, sementara sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tumbuh 7,41%.

        Di TikTok, minat terhadap konten makanan juga terus meningkat. Jumlah konten terkait makanan naik 52% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah tagar seperti #Kuliner, #JajananTikTok, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat bahkan telah menghimpun lebih dari 8 juta unggahan.

        Dari Konten Menjadi Peluang Bisnis

        TikTok melihat pertumbuhan tersebut sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan penemuan, interaksi, transaksi, hingga kunjungan langsung ke pelaku usaha. Ekosistem itu mencakup konten video pendek, TikTok LIVE, solusi periklanan, TikTok Shop by Tokopedia, serta TikTok GO by Tokopedia.

        Perjalanan tersebut terlihat dari pengalaman sejumlah kreator kuliner. Chef sekaligus kreator Jesselyn Lauwreen (@jesselynmci8), misalnya, memanfaatkan tren di TikTok sebagai inspirasi untuk mengembangkan berbagai resep sejak 2021.

        Kontennya tidak hanya menyajikan resep rumahan dan makanan sehat, tetapi juga mengangkat bahan lokal serta perjalanan membangun bisnis F&B. Ketika sambal matah menjadi salah satu tren yang ramai dibicarakan, Jesselyn mengembangkan kreasi ayam suwir dan mi goreng dengan sambal matah sembari membagikan pengalamannya berjualan sambal sejak masih sekolah.

        Pengalaman serupa dialami kreator affiliate TikTok Vinny Laurencia (@kulinersamacici). Konten Vinny tidak hanya merekomendasikan makanan, tetapi juga menceritakan perjalanan pemilik usaha dan kisah di balik produk yang diperkenalkannya.

        Kontennya mengenai rumah makan nasi Padang Pondok Salero di Jakarta saat pandemi, misalnya, mendapat perhatian besar dan mendorong datangnya pelanggan. Pengalaman tersebut kemudian membuat Vinny terus memperkenalkan berbagai hidden gems kuliner.

        Dalam kampanye Lebaran yang didukung TikTok pada tahun lalu, Vinny mencatat penjualan produk kue sus hingga ratusan juta rupiah hanya dalam enam jam. Rangkaian TikTok LIVE selama lima hari berturut-turut juga menghasilkan total penjualan hingga miliaran rupiah.

        Interaksi dengan audiens bahkan ikut memberikan masukan bagi pengembangan bisnis kuliner Vinny, Brownie Lab.

        Pertumbuhan juga terlihat pada transaksi produk F&B di ekosistem perdagangan digital TikTok. Pada semester I 2026, jumlah pesanan produk F&B di Tokopedia dan TikTok Shop meningkat hampir 95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B juga melonjak 184%.

        Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampaknya adalah Cimol Bojot AA (@cimolbojot.aa). Setelah berpartisipasi dalam TikTok Food Fest 2025, bisnis tersebut mencatat pertumbuhan gross merchandise value (GMV) bulanan sebesar 66% di seluruh akun TikTok Shop by Tokopedia pada November 2025.

        Dari Layar ke Pengalaman Langsung

        Ekosistem tersebut kini diperluas dengan kehadiran TikTok GO by Tokopedia yang menghubungkan penemuan restoran di TikTok dengan kunjungan dan pengalaman bersantap secara langsung.

        Dengan demikian, sebuah konten kuliner tidak hanya berfungsi sebagai sumber inspirasi. Konten dapat membantu masyarakat menemukan makanan atau restoran, memperkenalkan usaha kepada audiens yang lebih luas, hingga mendorong transaksi dan kunjungan langsung.

        Semangat tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian TikTok Food Fest 2026 melalui Food Directory dan Kolaborasi Kreator Kuliner. Kreator dan pelaku usaha berkolaborasi menciptakan kreasi baru sekaligus mengangkat cerita di balik makanan, termasuk tradisi dan kekayaan bahan pangan lokal.

        Selain merayakan kuliner, TikTok Food Fest 2026 membawa misi kesehatan melalui inisiatif “Makan Dengan Makna”. Program ini mengajak masyarakat mengenal pilihan makanan yang lebih sehat, memahami nutrisi, dan menerapkan gaya hidup aktif.

        Edukasi tersebut dikemas melalui Fun Run, permainan Catching the Ingredient, demonstrasi memasak, dan berbagai aktivitas interaktif. Partisipasi masyarakat dalam rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk mendukung penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat rentan melalui donasi kepada Foodbank of Indonesia, dengan target mencapai Rp1 miliar.

        “Melalui TikTok Food Fest 2026, kami berharap rangkaian ini tidak hanya membawa pengalaman penemuan kuliner dari TikTok ke dunia nyata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri kuliner Indonesia,” kata Fadlia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Sufri Yuliardi
        Editor: Sufri Yuliardi

        Bagikan Artikel: