Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        El Nino Goyang Listrik Sulbagsel, PLN Sebut Baru Pulih Akhir September

        El Nino Goyang Listrik Sulbagsel, PLN Sebut Baru Pulih Akhir September Kredit Foto: PT PLN (Persero)
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan seiring menurunnya daya mampu agregat pembangkit hidro. PT PLN (Persero) menyebut kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino turut berdampak terhadap produksi sejumlah pembangkit hidro di wilayah tersebut.

        Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan daya mampu agregat pembangkit hidro Sulbagsel turun dari sekitar 850 megawatt (MW) menjadi 250 MW, atau berkurang sekitar 600 MW. Penurunan daya mampu agregat tersebut mencakup pembangkit hidro seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, dan Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

        Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.

        "Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan dalam keterangannya.

        Untuk meningkatkan pasokan, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit, perseroan mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW.

        Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Senin (14/9/2026).

        Dalam inspeksi tersebut, Darmawan meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 MW milik swasta yang terkendala oleh gangguan teknis sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang. PLN turut mendukung percepatan perbaikan agar PLTU tersebut dapat segera kembali memasok listrik ke sistem Sulbagsel.

        “Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” ujar Darmawan.

        Baca Juga: Bos PLN Pimpin Langsung Peningkatan Pasokan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan

        Baca Juga: Listrik Kawasan Industri Subang Diperkuat, PLN Energize Jaringan 150 kV

        Untuk jangka panjang, PLN juga menyiapkan penguatan sistem Sulbagsel agar lebih beragam, fleksibel, dan resilien menghadapi dinamika pasokan. Sesuai arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW), PLN akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS).

        “PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,” pungkas Darmawan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: