Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Loyalis Megawati Soal Didepaknya Purbaya oleh Prabowo: Psikologi Pasar Tidak Akan Pernah Berbohong

Loyalis Megawati Soal Didepaknya Purbaya oleh Prabowo: Psikologi Pasar Tidak Akan Pernah Berbohong Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini secara mengejutkan melakukan reshuffle terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pencopotan tersebut mendapatkan beragam tanggapan, salah satunya dari Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jhon Sitorus.

Jhon justru menilai keputusan tersebut merupakan langkah yang tepat karena menteri keuangan memiliki peran strategis karena tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan negara, tetapi juga menjadi salah satu wajah Indonesia di hadapan pasar dan investor.

Baca Juga: PDIP Soal Kadernya Sowan ke Jokowi: Sudahlah, Kan Bukan Hanya Dia...

Karena itu, ia menilai setiap pernyataan menteri keuangan harus disampaikan secara terukur. Menurutnya, ucapan pejabat yang mengelola keuangan negara dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi perekonomian dari Indonesia.

“Menteri Keuangan adalah wajah keuangan dan pasar Indonesia. Kalau mulutnya asal bacot, ya kepercayaan pasar pasti menurun. Pasar akan bertanya, sebenarnya Purbaya ini mampu menghadirkan kestabilan enggak sih?” kata Jhon, dikutip Selasa (15/9/2026).

Jhon kemudian menggambarkan risiko yang dapat muncul apabila investor kehilangan kepastian. Menurut dia, investor dapat memilih memindahkan penanaman modalnya ke negara lain apabila melihat adanya ketidakpastian dalam kebijakan maupun komunikasi pemerintah. Dampaknya dapat merembet ke nilai tukar rupiah hingga pasar saham.

“Karena tidak ada kepastian, investor memilih menanam modal di luar negeri. Lalu rupiah anjlok dan indeks saham rontok. Yang janjinya to the moon, malah to the floor...,” tuturnya.

Karenanya Jhon kembali mempertahankan pandangannya bahwa keputusan mengganti Purbaya sudah tepat.

Ia menilai pasar membutuhkan kepastian dalam membaca arah kebijakan ekonomi pemerintah. Menurutnya, posisi Menteri Keuangan tidak seharusnya digunakan untuk membangun citra atau menyampaikan propaganda.

“Memecat Purbaya sudah tepat. Pasar butuh kepastian, psikologi pasar tidak akan pernah berbohong. Menteri Keuangan bukan menteri propaganda, apalagi sampai mengancam-ancam kepala daerah,” tegasnya.

Purbaya sebelumnya menjabat menteri keuangan sejak September 2025. Ia naik menggantikan Sri Mulyani.

Baca Juga: Pengamat: Prabowo Telah Mengkudeta Kesempatan Purbaya untuk Ambil Tiket Kepemimpinan Nanti

Presiden Prabowo kemudian menunjuk Suahasil Nazara. Ia sebelumnya menjabat wakil menteri keuangan, untuk mengisi posisi tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar