Di Balik Suahasil Nazara Ditunjuk Gantikan Purbaya, Aktivis 98: Dia Sudah Memahami Dapur Kemenkeu
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan dinilai memiliki alasan strategis, apalagi hal ini dalam menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa . Aktivis sosial sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto, menilai Suahasil mempunyai keunggulan karena sudah lama memahami lingkungan internal Kementerian Keuangan.
Menurut Andrianto, pengalaman tersebut membuat sosok itu tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami mekanisme kerja kementerian yang kini dipimpinnya.
Baca Juga: Padahal Tuntut Rp206 Juta, Begini Reaksi Roy Suryo usai Cuma Dapat Rp5 Juta di Kasus Ijazah Jokowi
Pengalaman Suahasil menurutnya adalah salah satu faktor penting dalam pergantian tersebut. Menurutnya, menteri keuangan membutuhkan pemahaman teknis sekaligus kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
Hal ini terutama berkaitan dengan pengelolaan fiskal yang bersentuhan langsung dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta institusi ekonomi lainnya.
Bagi Andrianto, kemampuan tersebut diperlukan karena kas negara tidak berdiri sendiri. Kebijakan penerimaan, belanja, transfer ke daerah, dan pembiayaan harus berjalan dalam satu koordinasi.
“Suahasil sudah memahami dapur Kementerian Keuangan,” kata Andrianto, dikutip Rabu (16/9/2026).
Pengalaman Suahasil sebagai wakil menteri keuangan dan mantan pimpinan badan kebijakan fiskal membuatnya telah mengetahui bagaimana kebijakan fiskal disiapkan sebelum diterapkan pemerintah.
Andrianto mengingatkan bahwa tugas menteri keuangan yang baru tetap tidak ringan meski memiliki pengalaman panjang. Salah satu pekerjaan yang menurutnya perlu mendapat perhatian adalah membangun komunikasi kembali dengan pemerintah daerah. Kebijakan Transfer Keuangan Daerah menjadi bagian penting karena berkaitan dengan kemampuan daerah menjalankan pelayanan publik dan berbagai program pembangunan.
Andrianto juga menilai menteri keuangan yang baru harus memastikan kebijakan fiskal tidak berjalan sendiri tanpa koordinasi dengan institusi lain.
Menurut dia, menteri keuangan harus dapat menyelaraskan kebijakan dengan Presiden, kementerian teknis, pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bappenas, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Suahasil juga menghadapi kebutuhan pembiayaan berbagai program prioritas pemerintahan Prabowo. Artinya, ia harus menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan kebutuhan pembangunan.
Andrianto mengatakan kas negara pada akhirnya merupakan instrumen untuk menerjemahkan agenda pemerintah menjadi program konkret.
“Kalau koordinasinya kuat, fiskal bisa menjadi mesin pembangunan. Tetapi kalau komunikasi buruk dan kebijakan tidak harmonis, yang muncul justru konflik kepentingan antara pusat dan daerah,” pungkasnya.
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri keuangan. Ia juga pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Dengan pengalaman tersebut, ia merupakan figur yang sudah mengenal proses penyusunan dan pelaksanaan kebijakan fiskal dari dalam.
Baca Juga: Diganti Suahasil Nazara, Purbaya Ungkit Soal Kontraknya Setahun Lalu: Dulu Kan Sudah Tanda Tangan...
Presiden Prabowo sendiri melantik sosok itu sebagai Menkeu di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (14/9/2026). Ia menggantikan menteri keuangan sebelumnya, yakni Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menduduki jabatan tersebut sejak September 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: