Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mentan Amran Akui Harga Beras Naik di Pasaran: Ternyata Ada Dugaan...

        Mentan Amran Akui Harga Beras Naik di Pasaran: Ternyata Ada Dugaan... Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga beras kembali menjadi perhatian pemerintah setelah komoditas pangan utama tersebut mengalami kenaikan di pasaran. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun turun tangan mencari penyebabnya, termasuk menelusuri dugaan kecurangan pada produk beras yang beredar.

        Amran mengatakan, kenaikan harga beras saat ini kembali dibedah pemerintah setelah sebelumnya beras tidak lagi menjadi penyumbang inflasi. Dari penelusuran tersebut, pemerintah menemukan dugaan masalah pada peredaran beras fortifikasi yang dijual dengan harga jauh di atas harga semestinya.

        "Harga beras menurut Mendagri, rapat inflasi, itu ada kenaikan sedikit. Sebelumnya beras bukan lagi penyumbang inflasi, tapi begitu ada kenaikan kita coba membedah (penyebabnya)," kata Amran saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, Selasa (15/9/2026).

        Baca Juga: Cek! Mentan Amran Buka-bukaan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu

        Menurut Amran, persoalan harga beras sebenarnya bukan pertama kali terjadi pada tahun ini. Di awal tahun, harga beras juga sempat mengalami kenaikan. Setelah dilakukan penyelidikan, pemerintah menemukan salah satu penyebabnya berkaitan dengan beras premium.

        Saat itu, banyak beras premium yang beredar di pasaran disebut tidak memenuhi standar karena dioplos dengan beras berkualitas rendah. Pemerintah kemudian melakukan penindakan dalam pengusutan kasus mafia pangan dan menemukan 102 tersangka yang terbukti curang hingga membuat harga pangan mengalami lonjakan.

        Setelah penindakan dilakukan, harga beras di pasaran sempat kembali stabil. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, harga kembali bergerak naik dan pemerintah kembali membedah penyebabnya.

        Baca Juga: Banyak yang Tak Terima Purbaya Dipecat, Hasan Nasbi: Prabowo Juga Pernah Dicopot

        Kali ini, Amran menduga kenaikan harga beras berkaitan dengan praktik kecurangan produsen yang menjual beras premium dengan klaim fortifikasi atau tambahan gizi tertentu.

        "Ternyata ada dugaan, beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab yang kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Harusnya harganya Rp13.500 per kilogram (kg), tapi ada yang dijual sampai Rp57.000 per kg," ungkap Amran.

        Kasus dugaan beras fortifikasi palsu yang dijual dengan harga sangat tinggi itu disebut menjadi salah satu faktor yang diduga mendorong kenaikan harga beras di pasaran. Pemerintah pun kini mengusut peredaran produk tersebut.

        Sejauh ini, ada sekitar 25 merek beras fortifikasi palsu yang disebut beredar di pasaran. Pemerintah juga akan menarik produk-produk tersebut sekaligus mencabut izin edarnya.

        Di tengah pengusutan itu, pemerintah tetap menjalankan sejumlah langkah untuk menahan kenaikan harga beras. Salah satunya melalui percepatan bantuan pangan gratis untuk 33,4 juta rumah tangga.

        Pemerintah juga menambah kuota Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pasokan. Selain itu, operasi pasar besar-besaran turut dilakukan agar harga beras di pasar tidak kembali melonjak. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: