Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pramono Minta Danantara Bantu Bangun LRT Jakarta, Prabowo: Wajib Membantu

        Pramono Minta Danantara Bantu Bangun LRT Jakarta, Prabowo: Wajib Membantu Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengembangan jaringan LRT Jakarta mulai diarahkan pada skema pembiayaan yang melibatkan lebih banyak pihak di luar anggaran pemerintah daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk ikut membantu pembangunan jaringan tersebut.

        Permintaan itu disampaikan Pramono saat peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Pramono menyebut dukungan Danantara akan membuat rencana pengembangan transportasi massal Jakarta semakin menggembirakan.

        “Akan lebih menggembirakan kalau kemudian bapak tugaskan Danaantara juga ikut membantu kami pak,” ujar Pramono.

        Pramono sebelumnya telah membuka peluang pembiayaan kreatif untuk pengembangan dua koridor LRT baru. Dua rute yang disiapkan tersebut mengarah ke JIS dan Stasiun Whoosh Halim.

        Kebutuhan pembiayaan menjadi penting karena pengembangan jaringan LRT membutuhkan pembangunan infrastruktur dalam skala besar. Pemprov DKI sebelumnya menyatakan terbuka terhadap kerja sama dengan pihak swasta melalui skema creative financing karena kedua koridor tersebut dinilai memiliki potensi menarik minat investor.

        Dalam peresmian tersebut, Prabowo memberikan respons langsung terhadap permintaan Pramono. Presiden meminta Danantara mengikuti keinginan Pemprov DKI untuk mengembangkan jaringan transportasi Jakarta.

        “Tadi ada harapan dari Gubernur DKI, Danantara ikut membantu, saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” tegas Prabowo.

        Pernyataan Prabowo tersebut memberikan sinyal dukungan pemerintah pusat terhadap rencana pengembangan transportasi massal Jakarta. Namun, pernyataan tersebut belum menjelaskan bentuk pembiayaan, nilai investasi, maupun skema kerja sama Danantara dalam proyek LRT yang dimaksud.

        Sebelum meminta dukungan Danantara, Pemprov DKI memang telah menyiapkan agenda perluasan jaringan LRT Jakarta. Salah satu rute diarahkan menuju JIS, sementara koridor lainnya direncanakan menghubungkan Velodrome dengan Halim dan jaringan kereta cepat Whoosh.

        Pramono sebelumnya menyebut pembiayaan kreatif dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun dua rute tersebut. Menurutnya, potensi penumpang yang tinggi dapat menjadi daya tarik bagi pihak swasta untuk ikut terlibat dalam pembangunan.

        Baca Juga: Bos ADHI Bongkar Penyebab LRT City Mangkrak

        Rencana tersebut muncul setelah LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai memasuki fase operasional. Jalur sepanjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun itu memperpanjang jaringan LRT yang sebelumnya melayani kawasan Kelapa Gading hingga Velodrome.

        Perluasan jaringan LRT juga diarahkan untuk menciptakan konektivitas antarmoda. Stasiun Manggarai sudah terintegrasi dengan KRL Commuter Line, TransJakarta, serta kereta bandara, sedangkan rencana menuju Halim akan membuka koneksi dengan Whoosh.

        Dari sisi Pemprov DKI, keterlibatan lembaga investasi pemerintah dapat menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan pendanaan proyek jangka panjang. Namun, realisasi dukungan tersebut tetap membutuhkan rincian skema, pembagian peran, serta keputusan teknis terkait pembiayaan proyek.

        Pramono sendiri sebelumnya menekankan bahwa pengembangan LRT merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi Jakarta. Dengan adanya dukungan pemerintah pusat dan kemungkinan keterlibatan Danantara, proyek tersebut berpotensi dikembangkan dengan sumber pembiayaan yang lebih beragam.

        Kini, setelah Presiden menyatakan Danantara wajib membantu, perhatian berikutnya berada pada bagaimana dukungan tersebut akan diterjemahkan menjadi skema investasi konkret. Pemerintah pusat dan Pemprov DKI masih perlu menentukan bentuk keterlibatan Danantara sebelum pembangunan koridor baru LRT Jakarta benar-benar berjalan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: