Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Konflik PDIP–Jokowi Naik Level, Dialog Politik Disebut Tertutup Rapat

        Konflik PDIP–Jokowi Naik Level, Dialog Politik Disebut Tertutup Rapat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Adi Prayitno menilai konflik antara PDIP dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) semakin menajam dengan ruang komunikasi politik yang tertutup rapat.

        Hal ini ditunjukkan melalui pemecatan Achmad Hidayat, mantan Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, pada 4 September 2026. Ia diberhentikan sekaligus dilarang memakai simbol partai berlambang banteng setelah melakukan silaturahmi ke Solo untuk mengunjungi Jokow

        "Jadi wajar kalau kemudian ketika Achmad Hidayat, salah satu kader PDIP Surabaya, ketika bersilaturahmi dan bertemu dengan Jokowi ke Solo beberapa waktu yang lalu, kemudian diberhentikan dan dilarang menggunakan atribut-atribut dan simbol-simbol yang semua itu ada kaitannya dengan PDIP.," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Rabu (16/9).

        Adi menilai keputusan ini merupakan efek lanjutan dari konflik politik yang belum berkesudahan.

        "Dan tentu ini semakin mempertebal betapa ruang dialog, ruang komunikasi, termasuk islah politik antara PDIP dengan Pak Jokowi itu pastilah tertutup, sangatlah rapa," tandasnya.

        SK Pemecatan

        Pemecatan Achmad Hidayat tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

        Melalui SK tersebut, DPP PDIP mencabut seluruh hak serta kewenangannya sebagai kader. Achmad secara tegas dilarang menggunakan nama, lambang, logo, simbol, maupun atribut apa pun yang mengatasnamakan PDIP.

        Salah satu pemicu utama adalah kunjungan Achmad ke kediaman Jokowi di Solo pada Juli lalu. Pasca-kunjungan itu, ia membuat pernyataan terbuka yang meminta partai mempertimbangkan rehabilitasi status keanggotaan Jokowi di PDIP. DPP menilai tindakan tersebut di luar kewenangannya dan dianggap sebagai bentuk pembangkangan berat terhadap keputusan partai.

        Ketua DPP Said Abdullah menegaskan bahwa pemecatan Achmad tidak semata-mata karena sowan ke Jokowi.

        Baca Juga: PDIP Sudah Talak 10 ke Jokowi, Sampai Kiamat Rujuk Politik Keduanya Tidak Akan Pernah Terjadi

        "Ada anggota dari PDI-P namanya Achmad Hidayat. Dia menyatakan bahwa menurut dia, dia dipecat karena sowan ke Pak Jokowi. Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik," kata Said saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).

        Berdasarkan hasil klarifikasi Komite Etik dan Disiplin, Achmad juga terbukti melakukan serangkaian pelanggaran etik lain, seperti penyalahgunaan wewenang dan penguasaan dokumen partai tanpa izin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: