Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PNM Mekaar Bantu UMKM Kerajinan Raih Omzet Rp5 Juta

PNM Mekaar Bantu UMKM Kerajinan Raih Omzet Rp5 Juta Kredit Foto: PNM
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) turut mendukung pengembangan usaha mikro berbasis ekonomi sirkular. Salah satunya dialami Zulhaida Sitanggang, pelaku usaha kerajinan tangan di Medan yang mengolah limbah kulit jagung menjadi produk bernilai tambah hingga mampu membukukan omzet bulanan mencapai Rp5 juta.

Usaha yang dijalankan melalui merek Aida Craft tersebut juga telah membuka lapangan kerja bagi dua orang karyawan. Zulhaida mulai menjadi nasabah PNM Mekaar pada 2024 setelah memperoleh informasi dari tetangganya.

Pembiayaan yang diterima dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan produksi awal, seperti pembelian pot dan lem, ketika usahanya masih berada pada tahap pengembangan.

"Bersama PNM Mekaar, saya belajar mengembangkan usaha, menambah penghasilan, dan memberi yang terbaik untuk keluarga. Semangat terus untuk semua perempuan hebat di luar sana," ujar Zulhaida dalam keterangan resmi, Rabu (16/9/2026).

Selain pembiayaan, Zulhaida mengaku memperoleh pendampingan usaha melalui berbagai program pemberdayaan PNM, mulai dari pendampingan lapangan, penguatan jejaring usaha melalui program Klasterisasi, hingga pelatihan kewirausahaan Mekaarpreneur.

PNM juga melibatkan Zulhaida sebagai pemateri dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi sesama nasabah. Dalam kegiatan tersebut, ia berbagi pengalaman dan keterampilan mengolah limbah menjadi produk kerajinan kepada nasabah di berbagai wilayah di Sumatera Utara, termasuk Johor, Berastagi, dan Binjai.

Pemimpin Cabang PNM Medan Muhammad Wazir mengatakan Zulhaida menjadi salah satu nasabah yang aktif berkontribusi dalam program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan.

"Bu Aida sering kita ajak untuk jadi pemateri untuk kegiatan PKU buat nasabah lainnya," ujar Wazir.

Berawal dari Dampak Pandemi

Zulhaida mulai merintis usaha kerajinan setelah pandemi Covid-19 menyebabkan penghasilannya sebagai guru berkurang akibat pemotongan upah pada 2020. Ia kemudian memutuskan berhenti mengajar dan mencari sumber pendapatan baru dari rumah.

Upaya awal menjual tanaman secara daring tidak berjalan sesuai harapan. Peluang usaha justru muncul ketika ia terlibat dalam komunitas alumni yang mengumpulkan barang bekas untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi.

Dari barang-barang yang tidak lagi memiliki nilai jual, seperti gelas dan piring retak, Zulhaida mulai membuat produk kerajinan yang dipasarkan secara daring. Dua produk pertamanya berhasil terjual dengan nilai Rp100 ribu.

Selanjutnya, ia mengembangkan kerajinan berbahan baku kulit jagung yang diperoleh dari limbah pasar tradisional. Melalui pembelajaran secara otodidak dan pendampingan dari perajin senior, kualitas produknya terus meningkat hingga mulai dikenal masyarakat.

Seiring berkembangnya usaha, Zulhaida bergabung dengan Asosiasi Eksportir Handicraft Indonesia, mengikuti program pembinaan usaha mikro selama tiga bulan, serta memperoleh sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pelatih kerajinan tangan.

Baca Juga: Danantara: PNM Bakal Masuk Kopdes untuk Berantas Rentenir di Desa

Baca Juga: Nasabah PNM Mekaar Ini Ubah Modal Rp2 Juta Jadi Usaha Beromset 10 Kali Lipat Perhari

Baca Juga: Tembus Hutan Rimba Kanekes, PNM Buktikan Pemberdayaan Sampai ke Tanah Baduy

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Kindaris mengatakan pembiayaan yang diberikan PNM dirancang tidak hanya sebagai akses permodalan, tetapi juga diikuti pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah.

"Kisah Ibu Zulhaida adalah contoh nyata bagaimana pembiayaan dari PNM bukan sekadar bantuan modal, tapi pintu masuk bagi perempuan Indonesia untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi. PNM hadir bukan hanya untuk membiayai, tapi mendampingi hingga nasabah seperti Ibu Zulhaida bisa berbalik menjadi pemberdaya bagi sesama nasabah lainnya. Inilah semangat yang terus kami bawa, tumbuh bersama, berdaya bersama," ujar Kindaris.

Saat ini, selain mengembangkan usaha kerajinan, Zulhaida juga aktif memberikan pelatihan kepada masyarakat. Ia telah melatih 175 perempuan di Kota Medan dalam pengolahan limbah menjadi produk kerajinan dan tengah menyiapkan program kursus di rumahnya agar lebih banyak masyarakat dapat mempelajari keterampilan tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri