Kredit Foto: INET
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) senilai Rp280,4 miliar. Akuisisi ini memperkuat bisnis INET di infrastruktur kabel bawah laut, mulai dari pembangunan hingga pemeliharaan jaringan.
SGI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik serta kabel listrik.
Melalui transaksi tersebut, INET memperoleh kemampuan EPC dan pemeliharaan kabel laut, armada kapal berbendera Indonesia, fasilitas pendukung, serta kontrak pemeliharaan jaringan dalam jangka panjang.
Direktur Utama INET Muhammad Arif mengatakan akuisisi tersebut ditujukan untuk membangun kapabilitas kabel laut yang terintegrasi dalam ekosistem perseroan.
“Indonesia adalah negara kepulauan, dan masa depan digital kita secara harfiah terletak di dasar laut. Melalui akuisisi SGI, INET memiliki kemampuan end-to-end untuk membangun, mengoperasikan, dan menjaga jaringan yang menghubungkan Indonesia,” ujar Arif dalam keterangan perseroan, Rabu (16/9/2026).
SGI didirikan pada 2000 dan mulai bertransformasi menjadi perusahaan EPC sejak 2010. Perusahaan memiliki pengalaman dalam sejumlah proyek jaringan kabel bawah laut nasional.
Rekam jejak tersebut antara lain Palapa Ring Barat sepanjang 1.744 kilometer, Palapa Ring Timur 2.071 kilometer, Perluasan Palapa Ring Timur 1.247 kilometer, Sabang-Lhokseumawe-Medan 625 kilometer, Aceh-Sibolga-Batam-Larantuka 769 kilometer, serta Luwuk-Tutuyan 342 kilometer.
Di segmen kabel listrik bawah laut, SGI tercatat mengerjakan pemasangan kabel daya PLN-WIKA sepanjang 36 kilometer untuk tiga sirkuit. SGI juga memiliki pengalaman dalam proyek interkoneksi Singapura-Malaysia serta pekerjaan pemulihan dan perbaikan sirkuit pada 2023-2025.
SGI juga memiliki kontrak pemeliharaan jangka panjang. Salah satunya dengan PT Palapa Timur Telematika selama 15 tahun sejak 2019 untuk jaringan Palapa Ring Timur sepanjang 4.571 kilometer.
Selain itu, terdapat kontrak pemeliharaan dengan PT Len Telekomunikasi Indonesia untuk Palapa Ring Tengah sepanjang 1.807 kilometer serta PT Mora Telematika Indonesia untuk jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo.
Kontrak tersebut menjadi basis pendapatan berulang bagi SGI dan melengkapi profil bisnis INET yang tengah mengembangkan jaringan tulang punggung serat optik nasional.
Dari sisi aset, SGI memiliki kapal kabel khusus Pacific Guardian dengan panjang 115,6 meter dan bobot 6.133 GT. Kapal tersebut dilengkapi remotely operated vehicle (ROV) yang memiliki kemampuan operasi hingga kedalaman 2.500 meter.
SGI juga memiliki tongkang penggelar kabel Nostag 10 berukuran 92 meter x 28 meter dengan bobot 4.212 GT. Kedua armada tersebut berbendera Indonesia.
SGI turut memiliki gudang kabel seluas 1.000 meter persegi di Kupang dengan kapasitas tangki hingga 200 kilometer.
INET menyebut akuisisi SGI memungkinkan integrasi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur kabel laut dalam satu ekosistem. Kapabilitas tersebut juga dapat mendukung pengembangan jaringan tulang punggung serat optik nasional INET sepanjang sekitar 21.800 kilometer.
Selain kabel serat optik, pengalaman SGI dalam proyek kabel listrik bawah laut membuka peluang bagi INET untuk memperluas bisnis ke infrastruktur kabel listrik.
Direktur SGI Bastian Sembiring mengatakan bergabungnya SGI dengan INET memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya.
“Selama lebih dari dua dekade, tim SGI telah menggelar dan menjaga ribuan kilometer kabel di perairan Nusantara. Bergabung dengan INET memberi kami platform, modal, dan skala untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk pengembangan layanan kabel listrik bawah laut dan pasar regional,” ujar Bastian.
Transaksi senilai Rp280,4 miliar tersebut merupakan transaksi material berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, transaksi bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri