Kredit Foto: INET
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) buka suara terkait pemberitaan mengenai perubahan kerja sama dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Manajemen INET dalam keterbukaan informasi menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi bisnis, bukan penghentian kerja sama.
"Perseroan mengonfirmasi bahwa fakta-fakta yang menjadi dasar pemberitaan tersebut adalah benar adanya. Perseroan melakukan langkah strategis berupa penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit, yang menandai pergeseran kolaborasi dari level entitas anak ke level entitas induk guna mencakup pasar yang lebih luas, meliputi layanan Fiber to the Home (FTTH) hingga Fixed Wireless Access (FWA)," kata manajemen.
Sebelumnya, INET menjalin kerja sama dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), anak usaha WIFI, terkait penggunaan infrastruktur kabel fiber optik. Dalam perjanjian tersebut, INET telah menyetorkan deposit sebesar Rp61 miliar. Namun, kedua pihak sepakat untuk membatalkan perjanjian tersebut.
"Perseroan menegaskan bahwa pembatalan PKS kabel fiber optik antara Perseroan dan IJE ini merupakan peristiwa yang berdiri sendiri dan terpisah dari penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit antara PFI dan JIA," ujar manajemen.
Seiring pembatalan itu, IJE telah mengembalikan seluruh dana deposit Rp61 miliar kepada INET pada 6 Januari 2026 dan telah diterima penuh. Perseroan juga menegaskan bahwa dampaknya tidak material terhadap operasional.
Di sisi lain, kerja sama tetap berlanjut melalui entitas anak INET, yaitu PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), yang bekerja sama dengan PT Jaringan Infra Andalan (JIA), entitas induk dalam ekosistem WIFI.
PFI dan IJE sebelumnya juga memiliki perjanjian IP Transit dengan nilai deposit sekitar Rp52,87 miliar, yang kemudian turut dibatalkan dan dananya telah dikembalikan. Namun, kerja sama diperluas melalui JIA dengan nilai deposit yang disesuaikan menjadi Rp269,23 miliar setelah penandatanganan addendum pada 6 Februari 2026.
"Rangkaian transaksi ini harus dipahami sebagai penyesuaian struktur kerja sama dan hubungan kontraktual, bukan penghentian kerja sama tanpa keberlanjutan. Perubahan ini murni didasarkan pada pertimbangan bisnis dan operasional untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai pemasok bandwidth utama bagi grup usaha di bawah JIA, termasuk entitas usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)," jelas manajemen.
Kerja sama ini mencakup layanan IP Transit berkapasitas 10.000 Gbps dengan durasi kontrak hingga 10 tahun, yang berlokasi di Cyber 1 Jakarta. INET juga menargetkan infrastruktur sudah siap digunakan (ready for service/RFS) pada akhir Mei 2026.
"Perseroan dan PFI menyatakan keyakinannya bahwa infrastruktur layanan IP Transit dapat siap digunakan (RFS, Ready for Service) pada akhir Mei 2026, sebelum batas waktu yang diperjanjikan. Infrastruktur dimaksud mencakup sistem kabel laut (submarine cable) RISING-8 sepanjang 1.132,5 km yang menghubungkan Singapura – Batam (Tanjung Bemban) – Jakarta (Tanjung Pakis), dengan kapasitas desain 25 Tbps per fiber pair menggunakan teknologi repeater system," ujar manajemen.
Baca Juga: Raih Pendapatan Rp91,81 Miliar, Laba INET Lompat 1.743% di 2025
Baca Juga: Surge (WIFI) Kantongi Pendapatan Rp1,65 Triliun pada 2025, Laba Melesat 76%
Secara struktur, JIA merupakan entitas langsung PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan porsi kepemilikan saham sebesar 99,99%.
Di bawah JIA terdapat PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) dengan porsi kepemilikan 50,84%, dan JIA juga menjadi entitas induk bagi PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) dengan porsi 99,9% melalui PT Dharma Sinar Semesta (DSS) melalui PT Investasi Jaringan Nusantara (IJN).
"Dengan mengikat kerja sama pada level JIA, Perseroan secara tidak langsung telah bekerja sama dengan 4 (empat) entitas langsung di bawah JIA," tambah manajemen.
Adapun perubahan ini juga terjadi seiring dengan strategi WIFI yang mengalihkan fokus penggunaan dana rights issue 2025 dari proyek FTTH lewat IJE menjadi pengembangan layanan FWA melalui JIA.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: