Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Abu Gunung Lewotolok NTT Masih Ancam Penerbangan, Penutupan Bandara Berlanjut

        Abu Gunung Lewotolok NTT Masih Ancam Penerbangan, Penutupan Bandara Berlanjut Kredit Foto: Rena Laila Wuri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi penutupan Bandara Wunopito (WATW), Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat aktivitas abu vulkanik Gunung Lewotolok. 

        Berdasarkan NOTAM C1196/26 yang menggantikan NOTAM C1188/26, bandara tersebut ditutup mulai 18 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga diperkirakan 19 September 2026 pukul 07.00 WITA.

        Aktivitas abu vulkanik Gunung Lewotolok masih menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di wilayah tersebut. Berdasarkan ASHTAM VAWR9996, Gunung Lewotolok masih berstatus Orange Alert, dengan abu vulkanik terpantau hingga FL060 dan bergerak ke arah barat laut (NW) sekitar 10 knot. 

        Menurut laporan AirNav Indonesia, Jumat (18/9/2026), pengamatan terakhir dilakukan pada 17 September 2026 pukul 23.00 UTC, dengan emisi abu yang masih teridentifikasi secara lemah melalui citra satelit.

        Beberapa jam sebelumnya, ASHTAM VAWR9992 juga mencatat abu vulkanik Lewotolok hingga FL060 yang bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 5 knot.

        ASHTAM tersebut menyebut emisi abu diperkirakan masih berlangsung dan mencatat Wunopito sebagai aerodrome terdekat dengan jarak sekitar 1 NM dari area yang diinformasikan.

        Pada ASHTAM VAWR9996, Wunopito tercatat sekitar 5 NM dari area volcanic ash. Namun, ASHTAM tersebut tidak mencatat adanya aerodrome yang terdampak. Informasi ini menjadi bagian dari pemantauan kondisi ruang udara di sekitar Gunung Lewotolok.

        Aktivitas volcanic ash juga terpantau di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Berdasarkan ASHTAM VAWR9997, abu vulkanik terpantau hingga FL070 dan bergerak ke arah timur laut (NE) dengan kecepatan 15 knot. 

        Baca Juga: Bandara Wunopito NTT Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Lewotolok

        Baca Juga: Gudang Garam Setop Capex Bandara Dhoho, Siapkan Rp2 Triliun untuk Jalan Tol

        Baca Juga: Pecah Kemacetan Ketapang, Kemenhub Buka Opsi Angkutan Logistik Rute Tanjung Wangi-Lembar

        Bandara Leo Wattimena (WAEW) tercatat sebagai aerodrome terdampak dalam ASHTAM tersebut. Meski demikian, informasi itu tidak menetapkan penghentian kegiatan operasional di bandara tersebut.

        Kondisi serupa juga tercatat di Gunung Semeru, Jawa Timur. ASHTAM VAWR9994 melaporkan abu vulkanik hingga FL150, dengan pergerakan ke arah timur mencapai 30 knot. Bandara Noto Hadinegoro (WARE) masuk dalam kategori aerodrome terdampak, namun ASHTAM tidak menyebut adanya penghentian operasional bandara.

        Sementara di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, ASHTAM VAWR9995 mencatat abu vulkanik hingga FL080 yang bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 15 knot. Berbeda dengan Dukono dan Semeru, ASHTAM ini tidak mencatat adanya aerodrome yang terdampak.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: