Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet: Kita Selalu Cari The Right Man in The Right Place
Kredit Foto: BPMI/Laily Rachev
Polemik soal perombakan kabinet yang belakangan kembali menjadi perhatian akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkap alasan yang bisa menjadi pertimbangan jika reshuffle dilakukan, mulai dari promosi hingga mengganti pejabat yang dinilai tidak cocok dengan posisinya.
Prabowo mengatakan penempatan pejabat harus disesuaikan dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Prinsip tersebut ia sebut sebagai upaya mencari orang yang tepat untuk ditempatkan di posisi yang tepat.
"Kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya. Organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place (orang yang tepat di tempat yang tepat)," katanya dalam program 'Presiden Prabowo Menjawab', dikutip dari akun YouTube miliknya, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Pun Kalah? Purbaya Bisa Bawa Kejutan di Pilpres 2029: Dia Punya Dua Modal...
"Dan kalau ada yang mungkin dia gak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang bener atau dia sendiri yang ada masalah ya kita nggak bisa hindari kan," sambung Prabowo.
Meski membuka kemungkinan tersebut, Prabowo pun menyatakan evaluasi terhadap Kabinet Merah Putih terus dilakukan. Secara objektif, ia sendiri menilai tim pemerintahannya sejauh ini telah bekerja dengan baik.
"Kalau saya evaluasinya terus menerus dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke tapi saya katakan juga kepada tim inget ya ibarat kita satu kesebelasan sepakbola ada pemain inti ada striker ada cadangan," ungkap Kepala Negara.
Baca Juga: Prabowo: Pemerintahan Kita Tidak Gagal, MBG dan Kopdes Salahnya Apa?
Meski sudah baik, Prabowo tetap mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penindakan terhadap jajaran menteri maupun wakil menteri (wamen) apabila ditemukan bukti penyelewengan.
"Tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, ‘Pak, ini, ya kan, pejabat ini begini-begini.' Ya gimana, saya ya kan, 'Apa kami diizinkan untuk menahan?'. You ada bukti? kalau ada bukti silakan, saya bilang," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menyinggung adanya wakil menteri yang tersandung perkara tersebut. Ia menegaskan persoalan yang dilakukan pejabat menjadi tanggung jawab masing-masing.
"Tahu-tahu ada kejadian ya, ada wamen saya, ya itu tanggung jawab dia," lanjut Prabowo.
Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan ketika pembahasan mengenai evaluasi kabinet kembali mengemuka menjelang dua tahun pemerintahan. Ia sebelumnya juga menyebut masa dua tahun menjadi waktu yang cukup bagi para anggota kabinet untuk membuktikan kemampuan mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: