The Fed Naikkan Bunga, Tokocrypto Kasih Peringatan untuk Investor Kripto
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Tokocrypto mengingatkan investor aset kripto untuk memperkuat manajemen risiko setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.
Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat melalui rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Kenaikan itu merupakan yang pertama sejak Juli 2023 dan disepakati secara bulat oleh 12 anggota komite.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan kebijakan moneter Amerika Serikat dapat memengaruhi kondisi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.
“Kebijakan suku bunga akan memengaruhi kondisi likuiditas dan appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto. Bagi pasar di Indonesia, investor perlu memperhatikan tidak hanya pergerakan harga, tetapi juga perkembangan kebijakan moneter global secara keseluruhan,” ujar Calvin dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Calvin, reaksi awal pasar kripto terhadap keputusan The Fed relatif tenang. Bitcoin juga belum menunjukkan perubahan signifikan setelah pengumuman kenaikan suku bunga.
Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan sebagian pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga sebelum keputusan diumumkan. Namun, volatilitas tetap dapat terjadi ketika investor merespons data ekonomi dan kebijakan moneter berikutnya.
“Pergerakan Bitcoin yang relatif tenang setelah pengumuman menunjukkan bahwa pasar sudah cukup mengantisipasi keputusan ini. Namun volatilitas tetap dapat muncul seiring investor merespons data ekonomi dan kebijakan berikutnya,” jelasnya.
The Fed dalam pernyataannya menyebut inflasi masih berada pada level tinggi dan kenaikan suku bunga dilakukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2%.
Calvin mengimbau investor ritel tidak menjadikan pergerakan pasar jangka pendek sebagai dasar mengambil keputusan secara emosional. Investor juga diminta menyesuaikan strategi dengan profil dan toleransi risiko masing-masing.
“Pergerakan pasar jangka pendek tidak seharusnya mendorong investor mengambil keputusan secara emosional, baik karena FOMO maupun panic selling. Pastikan dana yang digunakan sesuai kemampuan dan toleransi risiko, lakukan diversifikasi secara bijak, dan pahami aset yang dibeli sebelum mengambil keputusan,” pungkas Calvin.
Baca Juga: SHOW Token Perluas Ekosistem di Coinfest 2026, Bidik Kemitraan dengan MEXC dan Tokocrypto
Baca Juga: Triv Group Gelar Kompetisi Trading Crypto Terbesar di Indonesia Berhadiah USD100 Ribu
Tokocrypto juga mengingatkan bahwa perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Investor diminta memahami risiko dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi.
Perusahaan menegaskan informasi yang disampaikan bersifat edukasi dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi. Keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, atau memperdagangkan aset digital menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: