Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penutupan Lahan Club di Jakarta Barat, Ratusan Karyawan Unjuk Rasa di Balai Kota DKI

        Penutupan Lahan Club di Jakarta Barat, Ratusan Karyawan Unjuk Rasa di Balai Kota DKI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ratusan karyawan Club de Arjuna, Jakarta Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/9/2026). Mereka meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantu menyelesaikan persoalan penutupan tempat usaha yang telah berlangsung selama tiga bulan.

        Penutupan tersebut berdampak pada lebih dari 200 tenaga kerja yang mengaku kehilangan sumber penghasilan selama tempat usaha tidak beroperasi.

        Koordinator Aksi, Venny Tresia, mengatakan aksi dilakukan setelah operasional Club de Arjuna ditutup dan akses ke area usaha ditembok oleh kelompok massa tertentu. Menurut dia, tindakan tersebut berkaitan dengan adanya pihak lain yang mengklaim kepemilikan lahan tempat usaha.

        Venny mengatakan manajemen Club de Arjuna telah mengantongi sertifikat atas lahan tersebut selama 21 tahun dan rutin membayar pajak daerah.

        “Tuntutannya supaya karyawan bisa kerja kembali. Sudah 3 bulan mereka tidak kerja. Awalnya mereka kerja tenang, lalu ada massa masuk, menduduki, karyawan disuruh keluar, lalu ditembok," ujar Venny kepada awak media, Senin (21/9/2026).

        Dalam aksi tersebut, massa juga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait penutupan tempat usaha tersebut.

        Venny meminta Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian mengambil langkah untuk membuka kembali akses ke tempat kerja para karyawan. Dia juga meminta persoalan kepemilikan lahan diselesaikan melalui jalur hukum tanpa menghentikan operasional usaha yang berdampak terhadap pekerja.

        “Kami ke sini untuk minta tolong kepada dinas terkait, Disnaker, mana Satpol PP? Ini ditembok semena-mena tanpa IMB diam saja. Mana Pak Wali Kota Jakarta Barat? Kami butuh bantuan," tegas Venny.

        Baca Juga: 'Itu Luar Biasa!' Wali Kota New York Kaget Tahu Transportasi Gratis Jakarta Dibayar Pemprov DKI

        Baca Juga: Temui Mamdani, Pramono Bahas Jakarta Bond Hingga Kemacetan Jakarta

        Baca Juga: Di New York, Pramono Tawarkan 37 Proyek Jakarta Senilai US$7 Miliar

        Salah satu karyawan, Salsa, mengatakan dirinya tidak menerima upah selama tiga bulan sejak tempat usaha ditutup. Dia mengaku telah mencoba mencari pekerjaan lain, tetapi belum mendapatkan panggilan.

        “Tempat kamu ditutup, Pak. Tolong bantu saya biar bisa dibuka Minggu ini, Pak. Sudah 3 bulan saya gak kerja," kata Salsa.

        Para karyawan berharap persoalan tersebut segera mendapat penyelesaian sehingga mereka dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: