Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kadin Ungkap Empat Pekerjaan Rumah Industri Sawit

        Kadin Ungkap Empat Pekerjaan Rumah Industri Sawit Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
        Warta Ekonomi, Medan -

        Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara menilai pameran Palm Oil Expo (PALMEX) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat industri kelapa sawit daerah melalui peningkatan produktivitas, hilirisasi, adopsi teknologi, dan perluasan akses pasar.

        Ketua Kadin Sumatera Utara Firsal Ferial Mutyara mengatakan Medan menjadi titik temu pelaku usaha, investor, penyedia teknologi, pembeli, dan pemangku kepentingan industri sawit dari dalam maupun luar negeri.

        “Bagi Sumatera Utara, sawit bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari sejarah dan kekuatan ekonomi daerah,” kata Firsal saat pembukaan PALMEX 2026, Selasa (6/10/2026).

        Menurut dia, perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia dibuka di Sumatera Utara lebih dari satu abad lalu. Saat ini, industri sawit menjadi salah satu penopang ekonomi daerah yang melibatkan petani swadaya, pekerja perkebunan dan pabrik, sektor logistik, perbankan, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.

        Sumatera Utara juga memiliki ekosistem sawit yang mencakup perkebunan, industri pengolahan, pusat riset, hingga pelabuhan ekspor.

        Namun, Firsal mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara masih menghadapi tantangan pemerataan. Ekonomi Sumut pada kuartal II 2026 tumbuh 5,06 persen, tetapi daerah tersebut masih menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran.

        Karena itu, dia menyebut terdapat empat agenda yang perlu diperkuat dalam pengembangan industri sawit, yakni produktivitas, keberlanjutan, hilirisasi, dan akses pasar.

        Dari sisi akses pasar, Firsal menilai PALMEX dapat mempertemukan petani dan pelaku usaha dengan pembeli, investor, serta mitra usaha. Pameran tersebut dinilai dapat membuka peluang transaksi sekaligus memperluas jaringan bisnis industri sawit.

        Sementara itu, Group CEO Fireworks Trade Media Kenny Yong mengatakan PALMEX 2026 turut menampilkan perkembangan teknologi yang digunakan dalam industri sawit.

        “Pameran tahun ini menghadirkan sekitar 300 merek teknologi dan peralatan, mulai automation untuk processing dan packaging, teknologi perkebunan hingga sistem pengoperasian secara remote,” kata Kenny.

        Baca Juga: Berisiko Hambat Ekspor, Regulasi Sawit Diminta Tak Tertinggal dari Inovasi Produk Hilir

        Baca Juga: Sawit Indonesia di Tengah Geopolitik Baru: Dari Pemanfaatan Strategis ke Tata Kelola Strategis

        Baca Juga: Prabowo Ungkap RI Siapkan Bensin dari Sawit dan Batu Bara

        Menurut dia, kecerdasan buatan (AI) juga mulai diterapkan dalam industri sawit. Karena itu, edukasi kepada pelaku usaha, perusahaan perkebunan, dan petani diperlukan agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

        Berdasarkan informasi penyelenggara, PALMEX Medan pada tahun sebelumnya mencatat nilai transaksi hampir US$70 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.

        Kenny berharap nilai transaksi pada penyelenggaraan tahun ini dapat meningkat sehingga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di Sumatera Utara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Khairunnisak Lubis
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: