Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AI Bantu Sistem Keselamatan Kerja Industri Pertambangan, Goodeva Smartsafety Kini Dimanfaatkan 15.000 Pengguna

        AI Bantu Sistem Keselamatan Kerja Industri Pertambangan, Goodeva Smartsafety Kini Dimanfaatkan 15.000 Pengguna Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai mendorong perubahan dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri berisiko tinggi, termasuk pertambangan. Teknologi ini membantu perusahaan mengenali potensi risiko lebih awal, termasuk kelelahan pekerja yang dapat memengaruhi kewaspadaan saat menjalankan aktivitas operasional.

        Kelelahan atau fatigue menjadi salah satu faktor yang perlu dikelola dalam sistem keselamatan kerja. Risiko ini tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pekerja, tetapi juga dapat berdampak pada kelancaran operasional dan biaya yang harus ditanggung perusahaan ketika terjadi kecelakaan.

        Kebutuhan tersebut terlihat dari penerapan Goodeva Smartsafety, sistem pengelolaan fatigue berbasis AI yang telah digunakan oleh lebih dari 15.000 pengguna di lebih dari 20 lokasi pertambangan di Indonesia.

        Implementasinya tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Sangatta, Tenggarong, Kutai Barat, Balikpapan, Banjarmasin, Kintap, Tanjung Tabalong, Barito Utara, Barunang, Lahat, Rantau, Kapuas, dan Bengalon.

        Chief Marketing Officer (CMO) Goodeva, Ignasius Pristya, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam sistem K3 bukan sekadar mengadopsi perangkat baru, melainkan meningkatkan kualitas informasi untuk mengelola risiko.

        “Perubahan dalam sistem K3 tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut membantu perusahaan memiliki informasi yang lebih baik untuk mengelola risiko. Pada industri berisiko tinggi, kemampuan mengenali kondisi fatigue lebih awal menjadi bagian penting dari upaya mencegah konsekuensi yang lebih besar,” ujar Ignasius, dikutip Senin (19/10/2026).

        Melalui pendekatan berbasis AI, data kondisi pekerja dapat diolah untuk membantu perusahaan mengenali risiko kelelahan secara lebih terstruktur. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pencegahan, melengkapi pemeriksaan dan pencatatan manual.

        Pengelolaan fatigue juga berkaitan dengan ketentuan keselamatan pertambangan. Kepdirjen Minerba Nomor 185.K/30/DJB/2019 halaman 49-50 mengatur identifikasi faktor penyebab kelelahan, evaluasi tingkat fatigue, serta pengendalian risiko. Pengendalian tersebut mencakup pengaturan pola kerja bergilir (shift) dan penilaian kondisi pekerja sebelum maupun selama bekerja.

        Baca Juga: Bukan Sekadar Otomatisasi, AI Kini Jadi Pendamping Kerja Engineer

        Ignasius menilai penerapan di berbagai lokasi menunjukkan kebutuhan terhadap pengelolaan kelelahan yang konsisten, meskipun setiap lokasi memiliki karakteristik operasional berbeda.

        “Pengelolaan fatigue telah menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar keselamatan pertambangan. Perusahaan perlu memastikan risiko kelelahan dapat diidentifikasi dan dikendalikan secara konsisten. Karena itu, dukungan teknologi menjadi relevan untuk membantu perusahaan mengambil tindakan pencegahan lebih awal,” katanya.

        Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung perusahaan mengelola kondisi operator secara lebih terukur. Dengan demikian, pengenalan risiko sejak dini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pekerja sekaligus mengurangi potensi gangguan operasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: