- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Laba CGV (BLTZ) Anjlok 96,8%, Pendapatan Ikut Merosot ke Rp811,5 Miliar
Kredit Foto: CGV Cinemas Indonesia
Kinerja keuangan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pengelola jaringan bioskop CGV, masih tertekan hingga kuartal III 2026. Pendapatan perusahaan menyusut, sementara laba bersihnya merosot tajam hingga nyaris habis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/10/2026), BLTZ mencatatkan pendapatan sebesar Rp811,5 miliar. Angka ini turun sekitar 12% dibandingkan Rp922,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terutama terjadi pada dua sumber pendapatan utama perusahaan, yakni penjualan tiket bioskop serta makanan dan minuman.
Pendapatan dari bisnis bioskop tercatat sebesar Rp485,8 miliar, sedangkan lini makanan dan minuman menyumbang Rp262,1 miliar. Keduanya mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di tengah pelemahan dua bisnis utama tersebut, pendapatan dari acara dan iklan justru menunjukkan pertumbuhan. Kontribusi lini ini meningkat menjadi Rp63,5 miliar dari sebelumnya Rp52,7 miliar.
Meski ada tambahan pendapatan dari segmen acara dan iklan, kenaikannya belum mampu menutup penurunan dari bisnis bioskop serta makanan dan minuman.
Tekanan terhadap kinerja BLTZ terlihat lebih jelas pada sisi keuntungan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya mencapai Rp917,1 juta.
Jumlah tersebut anjlok sekitar 96,8% dibandingkan laba Rp28,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan laba ini terjadi meskipun perusahaan berhasil mengurangi sejumlah beban. Beban penjualan turun menjadi Rp1,9 miliar dari Rp2,1 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp259,9 miliar dari Rp278,3 miliar.
Beban keuangan juga berhasil ditekan menjadi Rp71,6 miliar, dibandingkan Rp87,6 miliar pada periode sebelumnya.
Baca Juga: BEI Pantau Ketat Gerak Saham Bioskop CGV (BLTZ), Kenapa?
Baca Juga: BEI Ubah Strategi, Rekening Manipulator Saham Jadi Sasaran
Baca Juga: Pendapatan Anjlok 35%, Indokripto (COIN) Rugi Rp40,78 Miliar
Namun, penghematan tersebut belum cukup untuk menahan kemerosotan keuntungan perusahaan di tengah turunnya pendapatan.
Dampaknya, laba per saham dasar dan dilusian BLTZ ikut merosot menjadi Rp1 per saham, dari sebelumnya Rp33 per saham.
Aset Menyusut, Liabilitas Ikut Turun
Dari sisi neraca, total aset BLTZ tercatat sebesar Rp1,7 triliun per 30 September 2026. Nilai tersebut turun sekitar 5,56% dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai Rp1,8 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas atau kewajiban perusahaan menyusut 14,29% menjadi Rp1,2 triliun, dari sebelumnya Rp1,4 triliun.
Sementara itu, ekuitas BLTZ naik tipis sekitar 0,22% menjadi Rp451 miliar, dibandingkan Rp450 miliar pada akhir tahun lalu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: