Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, memperingatkan pelaku pasar modal untuk menghentikan praktik saham gorengan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kamis (29/10/2026).
"Mohon dengan sangat praktik goreng-gorengan segera dihentikan. Karena pemerintah sudah akan berkehendak untuk tidak tegas," ultimatum Hashim.
Pasalnya, praktik perdagangan saham yang tidak sehat dinilai berisiko menggerus kepercayaan investor asing dan memicu keluarnya modal dari pasar keuangan Indonesia.
Ia menilai, persoalan transparansi dan praktik perdagangan saham perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional.
Ia juga menyinggung adanya dugaan praktik saham gorengan, yakni pergerakan harga saham yang diduga dimanipulasi sehingga tidak mencerminkan kondisi pasar yang wajar.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3,49% ke Level 5.098, 624 Saham Berguguran
Baca Juga: Hashim Bicara HP dan Rekening Digital untuk Bansos, Airlangga: Maksudnya Bukan Itu
Hasim menyoroti saham dengan porsi saham beredar untuk publik (free float) terbatas dan rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) yang dinilainya tidak masuk akal.
“Saya mohon kepada kawan-kawan dari Kadin, ini masalah sangat-sangat serius,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: