Peringatan Keras Hashim Djojohadikusumo: IHSG Hancur dari Dalam, Bukan Karena MSCI
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengancam akan mendepak pasar modal tanah air dari jajaran emerging market rupanya tidak datang dari ruang hampa. Ada praktik yang mengancam keberlangsungan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo secara blak-blakan menelanjangi borok internal di lantai bursa domestik yang menjadi pemicu utama dari ancaman MSCI.
Baca Juga: Geger Sederet Taipan dan Pengusaha Indonesia Dipanggil Langsung Singapura
Dengan nada keras, ia menuding maraknya indikasi praktik perdagangan manipulatif, atau yang lazim dikenal dengan sebutan "saham gorengan", sebagai biang kerok hancurnya kredibilitas bursa tanah air di mata dunia.
Hashim menegaskan bahwa sentimen negatif yang dilontarkan oleh lembaga rating tersebut murni didasari oleh ketidakpercayaan terhadap tata kelola emiten yang sarat dengan rekayasa valuasi di Indonesia.
"Saya nggak usah sebut siapa, tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng, itu betul atau tidak? Ini yang disorot, dan dipertahankan, dan dipersoalkan," tegas Hashim dikutip Jumat (30/10/2026).
Adik Presiden Prabowo Subianto ini membedah modus operandi dari saham-saham manipulatif yang selama ini dibiarkan merajalela dan merusak ekosistem investasi. Ia menjelaskan bahwa saham-saham gorengan tersebut umumnya sengaja dikondisikan dengan jumlah saham beredar di publik (free float) yang sangat terbatas.
Menurut Hashim, akibat minimnya likuiditas tersebut, para manipulator pasar dapat dengan mudah mengerek harga saham hingga menciptakan rasio harga saham terhadap laba bersih atau price to earnings ratio (P/E Ratio) yang sangat semu dan irasional.
Hashim memperingatkan otoritas bursa bahwa praktik manipulasi kotor semacam ini tidak hanya dipantau oleh lembaga rating, tetapi juga dicermati secara saksama oleh para manajer investasi asing yang mengelola dana triliunan rupiah.
"P/E Ratio-nya itu gila-gilaan kalau free float-nya terbatas, tidak masuk akal, ini yang dipersoalkan," pungkas Hashim.
Kadin mendesak adanya pembersihan total dari praktik mafia saham di pasar modal tanah air jika tidak ingin ditinggalkan oleh para investor global secara permanen.
Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan di tengah penguatan bursa regional. IHSG ambruk 3,49% atau turun 184,25 poin ke posisi 5.098,05 pada akhir perdagangan Kamis (29/10).
Alhasil, bursa tanah air telah anjlok 41,04% sepanjang tahun berjalan alias year to date (ytd). Ini menjadikan pasar saham lokal salah satu yang terburuk di kawasan, ketika sejumlah bursa regional justru mengalami reli.
Baca Juga: Loyalis Jokowi: Saya Enggak Lihat Ijazah SMA, Tapi Lihat Yang S1
Penurunan drastis ini diawali oleh ancaman downgrade dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Selain itu, tekanan makroekonomi dalam negeri juga belum mereda di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar