Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara, dan Juda Agung didampingi (dari kiri): Sunito, Dirjen Pembiayaan dan Risiko; Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak; Luky Alfirman, Dirjen Anggaran; Febrio Kacaribu, Dirjen strategi Ekonomi dan Fiskal; Astera Primanto Bhakti, Dirjen Perbendaharaan; dan Askolani, Dirjen Perimbangan menggelar paparan APBN Kita edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026). Purbaya mewaspadai sejumlah dampak terhadap perekonomian domestik dari penutupan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memicu lonjakan harga komoditas. Dari sisi perdagangan, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan beban impor migas Indonesia. Kondisi tersebut dapat menekan surplus neraca perdagangan sekaligus memengaruhi neraca pembayaran.