Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemprov DKI Tak Tanggung Biaya Perawatan 72 Siswa Korban Keracunan Spageti MBG

Pemprov DKI Tak Tanggung Biaya Perawatan 72 Siswa Korban Keracunan Spageti MBG Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menanggung biaya perawatan medis bagi 72 siswa yang menjadi korban keracunan usai menyantap menu spageti dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Nantinya, seluruh beban biaya pengobatan di rumah sakit diserahkan sepenuhnya kepada pihak BPJS Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Penegasan skema pembiayaan ini terungkap saat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung menjenguk para pelajar yang tengah dirawat di RSKD Duren Sawit pada Sabtu (4/4). 

Diketahui, bagi korban yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, seluruh tagihan rumah sakitnya akan dicover oleh jaminan sosial tersebut.

Sementara itu, bagi siswa yang tidak memiliki BPJS, biaya perawatannya akan ditanggung sepenuhnya oleh BGN selaku penyelenggara program, bukan dari kas daerah Pemprov DKI.

Meski tidak mengalokasikan anggaran untuk pengobatan para korban, Pramono menekankan bahwa pihaknya tetap turun tangan melalui koordinasi lintas instansi.

Pemprov DKI telah menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk bersinergi dengan BGN demi memastikan evakuasi dan penanganan medis berjalan optimal.

"Jadi saya datang secara khusus bukan apa-apa, karena saya pengin anak-anak yang terdaftar sebagai siswa di Jakarta ini segera tertangani dengan baik," ujar Pramono di sela-sela kunjungannya.

Berdasarkan data di lapangan, insiden keracunan massal ini berdampak pada siswa dari empat sekolah berbeda, yakni SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Puluhan pelajar tersebut tumbang dengan gejala klinis berupa demam, mual, muntah, hingga diare. 

Saat ini, ke-72 korban tengah menjalani perawatan intensif yang tersebar di tiga fasilitas kesehatan: RSKD Duren Sawit, RS Islam Pondok Kopi, dan RS Harum.

Dugaan kuat sementara mengarah pada menu hidangan spageti yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi Pondok Kelapa 2. Meski demikian, Pramono meminta publik untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan menunggu pembuktian medis.

"Ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2. Tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium atau pihak berwenang yang akan menyampaikan hasil investigasinya secara terbuka," pungkas Gubernur.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement