Internal Militer AS Terbelah, Sudah Ada Upaya 'Bersih-Bersih' Jenderal yang Dicap Pembangkang
Kredit Foto: Reuters
Puluhan jenderal senior dari kesatuan Militer Amerika Serikat (AS) dikabarkan menolak perintah Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan darat berskala besar terhadap Iran.
Akibat pembangkangan ini, sebanyak 12 pejabat tinggi militer AS termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan (Chairman of the Joint Chiefs of Staff) Randy George resmi dicopot dari jabatannya. Insiden ini disebut-sebut sebagai pembersihan kepemimpinan militer AS yang paling signifikan dalam sejarah modern.
Roya News menyebut di tubuh internal militer AS terbelah dalam menilai apakah penolakan para jenderal tersebut merupakan langkah sah untuk menentang "perintah ilegal", atau justru sebuah bentuk pembangkangan.
Pihak yang mendukung rencana serangan yang menjadi akar perpecahan ini berargumen bahwa Presiden, sebagai Panglima Tertinggi, memiliki otoritas mutlak atas strategi militer. Mereka menilai perlawanan apa pun dari Pentagon hanya akan merusak rantai komando.
Oleh karena itu, menghadirkan kepemimpinan baru yang sejalan dengan visi Gedung Putih dianggap krusial demi mencapai tujuan keamanan nasional.
Di sisi lain, kubu penentang justru memperingatkan bahwa langkah militer menolak perintah tersebut adalah bentuk pertahanan demi mencegah kebijakan yang berpotensi memicu krisis global.
"Mereka khawatir bahwa mengganti komandan-komandan militer yang berpengalaman dengan loyalis politik akan berujung pada konflik yang mematikan dan kacau-balau di kawasan Timur Tengah," tulis lapran itu.
Saat ini, Pentagon dilaporkan berada dalam status siaga tinggi. Masih menjadi tanda tanya besar mengenai siapa yang akan mengisi kursi-kursi jabatan yang kosong tersebut, serta apa dampak perombakan besar-besaran ini terhadap operasi militer AS yang tengah berlangsung.
Sementara itu, para pengamat internasional terus memantau ketat perkembangan situasi krisis ini. Mereka menegaskan bahwa stabilitas komando militer AS merupakan salah satu pilar utama yang menopang keamanan global saat ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement