- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Pendapatan Melonjak 34%, Rugi Blibli (BELI) Susut Jadi Rp2,27 Triliun di 2025
Kredit Foto: Istimewa
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli masih membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,27 triliun sepanjang 2025. Meski demikian, angka ini menunjukkan perbaikan dengan penyusutan 9,97% dibandingkan rugi tahun 2024 yang mencapai Rp2,53 triliun.
Hal itu tak lepas dari lonjakan pendapatan Perseroan. BELI mencatatkan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp22,36 triliun pada 2025, tumbuh 34% dari Rp16,71 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan performa di seluruh segmen usaha, terutama kategori elektronik konsumen.
Kinerja positif ini ditopang oleh tingginya volume penjualan smartphone, kontribusi yang semakin besar dari segmen institusi, serta ekspansi jaringan toko fisik untuk memperkuat strategi omnichannel Perseroan.
“Kami mencatatkan kinerja pendapatan yang kuat sepanjang tahun dengan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 34% yoy, didukung oleh peningkatan seluruh segmen, khususnya di kategori elektronik konsumen serta perluasan berkelanjutan ekosistem omnichannel kami," kata Chief Financial Officer (CFO) BELI, Ronald Winardi.
Dari sisi efisiensi, Perseroan berhasil memperbaiki struktur biaya. Hal ini tercermin dari penurunan rasio beban operasional terhadap total processing value (TPV) menjadi 7,1% pada 2025, dari 7,4% pada 2024. Penurunan ini terutama didorong oleh efisiensi pada beban iklan, pemasaran, serta beban umum dan administrasi.
Perbaikan juga terlihat pada EBITDA, di mana rasio EBITDA terhadap TPV meningkat dari -2,7% pada FY24 menjadi -2,1% pada FY25 atau membaik 60 basis poin.
“Tahun 2025 menandai langkah maju yang tegas bagi Perseroan. Dalam tahun yang ditandai dengan moderasi konsumsi rumah tangga di Indonesia, tekanan pada daya beli konsumen secara terus-menerus, dan persaingan yang semakin ketat di sektor e-commerce, kami tetap fokus pada hal yang paling penting: membangun ekosistem omnichannel terintegrasi dan mampu bertahan menciptakan nilai bagi pelanggan, mitra pemegang merek, serta pemegang saham," ujar CEO & Co-Founder BELI, Kusumo Martanto.
Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raih Penjualan Rp76,6 Triliun, Laba Naik 15,82% di 2025
Baca Juga: Waspada Penipuan Online Jelang Lebaran, Terapkan Prinsip JEDA Ala Blibli
Hingga akhir 2025, BELI telah mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, 4 toko elektronik rumah tangga, dan 1 toko fesyen & olahraga. Selain itu, Perseroan juga mengelola 57 gerai supermarket premium serta 39 pusat pengalaman home and living.
Memasuki 2026, BELI menargetkan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 15–20%. Target ini akan didorong oleh strategi utama Perseroan, yakni peningkatan margin dan efisiensi struktur biaya secara berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement