Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamina Jamin Stok Gas Melon di Pekalongan Aman

Pertamina Jamin Stok Gas Melon di Pekalongan Aman Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Pekalongan -

Pertamina Rayon III eks- Keresidenan Pekalongan, Jawa Tengah, menjamin ketersediaan elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Pekalongan masih aman sehingga warga tidak perlu resah adanya kemungkinan kelangkaan bahan yang mudah terbakar ini.

Sales Executive Elpiji Pertamina Rayon III eks-Keresidenan Pekalongan, Sulistya Adhi di Pekalongan, Sabtu (29/10/2016), mengatakan bahwa hingga kini belum ada pengurangan suplai elpiji dan distribusinyapun masih relatif lancar.

"Meski memasuki musim hujan yang biasanya mengalami kecenderungan peningkatan kebutuhan konsumen terhadap elpiji tetapi stoknya masih relatif aman," katanya.

Menurut dia, konsumsi masyarakat terhadap elpiji ukuran 3 kilogram pada September dan Oktober 2016 masih stagnan dan tidak ada pengurangan dengan pasokan sekitar 820.000 tabung. Hanya saja, untuk mengantisipasi ketersediaan elpiji 3 kilogram, warga mampu dilarang menggunakan barang yang mudah terbakar tersebut, kata dia.

"Kami mengimbau bagi warga menengah atau mampu menggunakan elpiji ukuran 5,5 kilogram atau 12 kilogram sehingga elpiji bersubsidi itu dapat dimanfaatkan secara semestinya, yaitu untuk warga tidak mampu," katanya.

Menurut dia, bagi warga mampu dan pemilik hotel bisa menggunakan elpiji ukuran 5,5 kilogram dengan harga Rp65 ribu per tabung karena selama ini ada dugaan sejumlah restoran maupun rumah makan menggunakan elpiji subsidi.

"Sesuai instruksi Pemerintah Pusat, elpiji tabung melon dilarang digunakan untuk usaha bisnis baik industri maupun hotel," katanya.

Ia mengatakan untuk menghindari penyalahgunaan elpiji bersubsidi ini, Pertamina bekerjasama dengan kepolisian akan rutin melakukan monitor ke sejumlah daerah.

"Apabila ditemukan penyalahgunaan tersebut, kami akan memberikan sanksi tegas berupa tidak lagi diperbolehkan menjual elpiji subsidi bagi agen maupun pangkalan yang nakal," katanya. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Cahyo Prayogo

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: