- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
Gandeng Rutan Kebumen, UMKM Pertapreneur Aggregator Pertamina Berdayakan Warga Binaan
Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) senantiasa memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu wujudnya adalah Program Pertapreneur Aggregator (PAG), yang mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina untuk menjalin sinergi dengan komunitas setempat.
Kolaborasi antara UMKM binaan Pertamina PT Agrominafiber Java Indonesia dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen merupakan contoh praktik baik yang kini menjadi sorotan.
Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menjelaskan bahwa pada program ini fokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.
“Serat pelepah pisang punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan lembaga pemasyarakatan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan bernilai,” jelas Novita.
Sebagai bentuk komitmen, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu setelah pelatihan perdana.
Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku Agrominafiber yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan.
Kolaborasi ini ditinjau langsung oleh Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina yang melakukan kunjungan ke Rutan Kebumen pekan lalu, Senin (26/1).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial.
Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyampaikan bahwa meskipun kerja sama ini masih tergolong baru, respons yang muncul sudah sangat positif.
“Alhamdulillah, walaupun belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi mitra usaha juga melihat prospeknya menjanjikan, baik secara bisnis maupun dampak sosialnya,” ujarnya.
Menurut Pramu, kehadiran Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina menjadi penguat bahwa program pembinaan kemandirian ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi diarahkan agar benar-benar berkelanjutan.
“Kami berharap program ini bisa menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga bermanfaat ketika warga binaan kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Pada hasil pelatihan awal, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Warga binaan telah mampu menghasilkan serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat.
Target produksi mencapai sekitar 3 ton per bulan. Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik.
Selama proses pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung, mulai dari teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste.
Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina Bima menilai, sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan bahan baku.
“Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi,” jelas Bima.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengakui, Program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Agregaotor.
Fokus utama kerja sama diarahkan pada pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan melalui pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar hingga skala global.
“Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” jelas Baron.
Baca Juga: Dari Pertamina ke Bursa, Perjalanan Iman Rachman Sebelum Mundur dari BEI
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement