Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kenaikan uang elektronik (e-Money) yang beredar sebesar 33% atau mencapai 8,26 juta kartu per September 2016 atau mengalami peningkatan pada periode yang sama tahun lalu, yakni 6,12 juta kartu. Dari 8,26 juta kartu yang beredar sebanyak 80% digunakan untuk tol.
Senior Vice President Transaction Banking Retail Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji mengakui penggunaaan e-Money ini memberikan kemudahan untuk lebih cepat dan efisien. Ke depan, kata dia, Bank Mandiri akan terus mendorong Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dikampanyekan Bank Indonesia dengan terus meningkatkan peredaran atau menerbitkan uang elektroniknya. Dengan begitu, akan mendorong masyarakat untuk dapat bertransaksi dengan nontunai.
"Sudah jadi concern kami sejak tiga tahun lalu kita keluarkan e-Money. Maka dari itu, demi meningkatkan Gerakan Nasional Non Tunai kita akan terus berikan edukasi karena belum optimal penggunaan e-money tersebut, kebanyakan yang menggunakan di Jakarta," jelas Rahmat di Jakarta, Senin kemarin (14/11/2016).
Dari jumlah kartu yang ada nominal transaksinya mencapai Rp2,54 triliun di kuartal III-2016 atau naik 39% bila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,83 triliun.
"Frekuensi transaksi sebanyak 264,9 juta atau tumbuh 47% dari frekuensi 179,7 juta di kuartal III-2015. Dana mengendap sebanyak Rp386 miliar atau naik 50% dibanding periode sama di 2015 sebesar Rp257 miliar," ujarnya.
Sepanjang tahun ini, Mandiri e-Money menempati market share frekuensi transaksi rata-rata sebesar 70% dan market share nominal transaksi mencapai rata-rata sebesar 65%. Sementara jumlah merchant yang dapat menerima transaksi kartu e-Money sebanyak 946 merchant dengan jumlah outlet sebanyak 52.826 outlet.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait: