Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Praktik Perang Diskon Ugal-ugalan Bikin Industri Otomotif Kelimpungan, Kini Pemerintah China Terbitkan Aturan Baru

Praktik Perang Diskon Ugal-ugalan Bikin Industri Otomotif Kelimpungan, Kini Pemerintah China Terbitkan Aturan Baru Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah China resmi memperkenalkan regulasi nasional baru guna mengakhiri perang harga berkepanjangan di industri otomotif yang dinilai merusak prospek pertumbuhan jangka panjang dan inovasi sektor tersebut.

Regulator menyatakan kebijakan ini dirancang untuk melindungi konsumen dan pelaku usaha, sekaligus mendorong pengembangan industri otomotif yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pengumuman tersebut disampaikan di tengah rilis data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) yang menunjukkan penurunan 16 persen pengiriman kendaraan domestik menjadi 1,665 juta unit pada Januari.

Aturan baru ini diterbitkan oleh State Administration for Market Regulation (SAMR), lembaga pengawas pasar China. Regulasi tersebut menetapkan kewajiban harga yang jelas bagi produsen, distributor, dan dealer kendaraan.

Praktik penjualan kendaraan maupun komponen di bawah biaya produksi, pemberian diskon yang ugal-ugalan, serta strategi harga yang hanya bertujuan buruk seperti menyingkirkan pesaing kini dilarang.

Juru bicara SAMR, Wu Peng, menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sejumlah produsen dan dealer terlibat perang harga yang tidak standar, penipuan harga, kolusi harga, hingga persaingan tidak sehat yang merusak tatanan pasar. Pedoman baru ini ditujukan untuk menghentikan praktik persaingan yang tidak sehat tersebut.

Regulasi tersebut juga mewajibkan transparansi dan keterlacakan harga di seluruh rantai industri, mulai dari kendaraan, suku cadang, hingga layanan pembiayaan.

Pemerintah menegaskan akan menghapus praktik diskon berlebihan, subsidi dan potongan harga tersembunyi, serta promosi yang disertai biaya tambahan terselubung.

Meski demikian, aturan baru tetap memberikan ruang bagi penjualan stok berlebih melalui mekanisme yang sah secara hukum.

Pemerintah menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga keseimbangan antara perlindungan pasar dan keberlanjutan industri dalam jangka panjang.

Sebelumnya, pada awal 2026, pemerintah juga mulai mengurangi berbagai insentif penjualan kendaraan.

Pembebasan penuh pajak pembelian untuk kendaraan energi baru (NEV) diubah menjadi diskon 50 persen sejak Januari, sementara insentif tukar tambah kendaraan turut dipangkas.

Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya menata kembali struktur persaingan di industri otomotif China.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: