Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Belakangan ini muncul short message service (sms) yang isinya mengenai ada biaya yang dibebankan bila pengguna Go-Jek mengisi saldo Go-Pay melalui Bank Mandiri. Di mana para pelanggan diwajibkan membayar sebesar Rp2.500. Pihak Go-Jek pun mencoba klarifikasi akan hal tersebut.
"Bersama ini kami konfirmasi bahwa pemotongan nilai pengisian saldo Go-Pay sebesar Rp2.500 untuk top-up melalui Bank Mandiri tidak akan diberlakukan," jelas perwakilan Go-Jek melalui pesan elektronik kepada Warta Ekonomi, di Jakarta, Jumat (15/7/2017).
Adapun pesan singkat tersebut berisi sebagai berikut atas kebijakan baru Bank Mandiri, nilai pengisian saldo Go-Pay anda akan dipotong Rp2.500 oleh Bank Mandiri per 15 September 2017. Akibatnya banyak pengguna menilai pemberlakuan tersebut merugikan. Karena sesuai dengan yang dijanjikan oleh Go-Jek sendiri melakukan top-up bebas biaya alias gratis.
Pembatalan ini seperti yang disampaikan Go-Jek merupakan kesepakatan Bank Mandiri dan Go-Pay untuk terus memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan.
"Dalam melakukan top-up GO-PAY, pelanggan dapat memanfaatkan berbagai metode top-up, baik melalui mitra pengemudi maupun mitra bank dan jaringan ATM. Setiap metode top-up memiliki kebijakan yang berbeda terkait pengenaan biaya transaksi dan administrasi, termasuk pembebasan
biaya," tutupnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dina Kusumaningrum
Editor: Rizka Kasila Ariyanthi
Tag Terkait: