Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Berdayakan Petani Indonesia, Crowde Raih Penghargaan Ini

Berdayakan Petani Indonesia, Crowde Raih Penghargaan Ini Kredit Foto: Crowde
Warta Ekonomi, Jakarta -

Crowde, startup fintech bidang pertanian yang memberdayakan petani di seluruh Indonesia melalui teknologi dan permodalan. Crowde menerima penghargaan sebagai satu dari sepuluh peer-to-peer lending terbaik di Indonesia versi KPMG dalam The Fintech Edge yang diterbitkan di akhir bulan November lalu.

The Fintech Edge merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh KPMG Indonesia terhadap pemain fintech di Indonesia, khususnya kategori peer-to-peer lending. Kriteria penilaian diukur berdasarkan tiga poin utama, yaitu kemampuan manajemen risiko, transparansi, dan tingkat pelayanan atau service level.

"Penghargaan ini menambah kepercayaan diri Crowde untuk terus berusaha memajukan pertanian Indonesia dan merevolusi petani melalui ekosistem berkelanjutan yang kami bangun", ungkap Yohanes Sugihtononugroho, CEO Crowde dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Yohanes Menambahkan, Crowde hadir sebagai perusahaan yang paling mengerti petani. Dengan membantu usaha petani yang memiliki keahlian di bidang agrikultur. Serta menyeleksi petani dengan memanfaatkan model credit scoring eksklusif. Dengan begitu, Crowde bisa menjadi platform permodalan yang terpercaya. 

“CROWDE memiliki gagasan untuk mendigitalisasi proses pertanian dari hulu ke hilir. Dengan menjadi fintech peer-to-peer lending yang bisa mempertemukan pelaku usaha tani dengan pihak yang akan mempermudah jalannya proyek usaha tani”, tambah Yohanes.

Sebagai informasi, populasi penduduk Indonesia yang mencapai 261,12 juta jiwa, hanya sekitar 48,9% yang mengakses institusi perbankan. Padahal penetrasi internet di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebanyak 143,2 juta penduduk yang sudah melek internet. Sayang sekali bila kondisi ini tidak dimanfaatkan. Lalu hadir fintech, khususnya peer-to-peer lending di Indonesia untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Saat ini sudah ada 73 fintech di Indonesia yang telah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Pertumbuhan fintech dianggap mampu menciptakan sebuah inklusi keuangan yang lebih baik. Perkembangan fintech terbukti bisa meningkatkan nilai PDB dalam dua tahun terakhir, yaitu sebesar Rp25,97 triliun. Dan angka peminjam di Indonesia juga ikut melonjak hingga mencapai 38 kali lipat.

Baca Juga: Kenapa 'Bunga' Bank Syariah Lebih Tinggi?

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News.

Penulis: Kumairoh
Editor: Kumairoh

Advertisement

Bagikan Artikel: