Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

AirNav Makassar Terapkan Dua Teknologi Canggih di Bidang Navigasi Penerbangan

AirNav Makassar Terapkan Dua Teknologi Canggih di Bidang Navigasi Penerbangan Kredit Foto: Tri Yari Kurniawan
Warta Ekonomi, Makassar -

Indonesia didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Future Air Navigation Services (FANS) Interoperability Team atau FIT ke-9. Kegiatan yang melibatkan 12 negara Asia Pasifik itu digelar di Kota Makassar, Senin-Jumat (1-5/7). Dipilihnya Kota Daeng sebagai lokasi penyelenggaraan tidak lepas karena teknologi navigasi penerbangan di daerah itu terbilang maju. 

AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center atau MATSC diketahui telah menerapkan dua teknologi mutakhir di bidang navigasi penerbangan. Teknologi canggih yang dimaksud adalah Aeronautical Dependent Surveillance-Controller Pilot Data Link Communucation (ADS-CPDLC) dan Performance Based Communication and Surveillance (PBCS). 

"Ini teknologi advance. Makassar boleh berbangga karena untuk Indonesia sendiri, hanya AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC yang sudah mampu menerapkan dua teknologi tersebut," kata General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Novy Pantaryanto, dalam keterangan persnya di sela pelaksanaan FIT Asia ke-9, Senin (1/7). 

Baca Juga: AirNav Terima 18 Laporan Gangguan Frekuensi Radio yang Bahayakan Penerbangan

Dalam penyelenggaraan FIT Asia, selain membahas berbagai isu penting, juga dibicarakan perihal perkembangan teknologi advance di bidang navigasi penerbangan. Mereka yang hadir dari perwakilan negara Asia Pasific, di antaranya dari kalangan Air Navigation Services Provider (ANSP), Airlines, Regulator dan Data Link Communication Provider. 

Disinggung mengenai teknologi mutakhir yang diimplementasikan MATSC, Novy menegaskan semuanya itu bermuara untuk peningkatan layanan pengaturan lalu lintas penerbangan sekaligus upaya meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan. ADS-CPDLC misalnya memungkinkan komunikasi antara petugas air traffic controller dengan pilot  tidak lagi menggunakan cara konvensional melalui pesan suara. 

"Ya sekarang bisa berkomunikasi menggunakan data. Teknologi ini memungkinkan komunikasi dilakukan pada setiap titik dimanapun berada, tidak terbatas jarak dan waktu, selama keduanya (ATC dan Pilot) terkoneksi pada data link yang ada sama," jelas Novy. 

Sementara itu, PBCS adalah teknologi yang lebih baru lagi yang telah mampu diterapkan oleh sebagian kecil negara-negara Asia Pasifik. PBCS adalah sebuah metode yang diterapkan baik pada performa pesawat udara maupun pada Air Navigation Services. Teknologi ini bertujuan untuk memaksimalkan ruang udara yang ada sehingga penggunaanya menjadi efektif, ramah lingkungan, dan menguntungkan kedua belah pihak.

Perwakilan International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk kawasan Asia Pasifik, Shane Summer, menyampaikan pelaksanaan FIT Asia ke-9 melibatkan 12 negara Asia Pasifik. Kegiatan ini bertujuan untuk senantiasa meninjau kekurangan layanan navigasi penerbangan di kawasan. Selain itu, forum ini juga memacu pihak-pihak terkait dalam peningkatan layanan navigasi penerbangan. 

"(Forum ini diharapkan) memicu serta meningkatkan kemampuan dari masing-masing pihak terkait agar pemberian pelayanan lalu lintas udara di kawasan Asia Pasifik dapat dilakukan tanpa hambatan yang berarti pemberian layanan tersebut berjalan dengan lancar dan tidak merugikan satu dengan lainnya."  

Baca Juga: Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak HUT Sekaa Teruna Surya Chandra Banjar Kedewatan ke-32

Penulis: Tri Yari Kurniawan
Editor: Vicky Fadil

Advertisement

Bagikan Artikel: