Kredit Foto: Kementan
Pandemi virus corona yang telah melanda negeri ini sejak awal Maret lalu telah berdampak secara signifikan terhadap sektor ekonomi Indonesia. Sejumlah analis dan ekonom menyebut sektor yang paling terdampak di antaranya sektor rumah tangga, UMKM, korporasi, dan keuangan.
Di sisi lain, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengharapkan sektor pertanian dapat menjadi kekuatan ekonomi dalam menghadapi kondisi saat ini, terutama untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
Terlebih komoditas hortikultura seperti buah, sayur, dan tanaman obat yang mengalami peningkatan permintaan secara pesat di tengah situasi pandemi saat ini.
Baca Juga: Saat Covid-19 Harga Gabah Tinggi, Petani Madina Happy Sekali
Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman menyampaikan bahwa justru saat inilah momen yang bagus untuk menggenjot produksi buah dan sayuran lokal Indonesia. Tujuannya tak lain agar berjaya serta menjadi raja di negeri sendiri.
"Karena saat ini konsumen membutuhkan buah-buahan untuk meningkatkan imunitasnya," ujar Liferdi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2020).
Lain halnya dengan beberapa komoditas pertanian di atas, permintaan konsumen di dalam negeri terhadap florikultura cukup terimbas akibat virus corona. "Terutama bunga dan daun potong karena sifat komoditas ini yang memiliki vaselife (masa kesegaran) terbatas sekitar dua minggu," ungkapnya.
Beberapa petani florikultura mengeluhkan sepinya permintaan bunga, seperti yang dialami oleh petani bunga krisan di Kabupaten Cianjur, tambahnya.
Sebagaimana yang diungkapkan Andi Burdah Zawahir, seorang petani krisan sekaligus ketua kelompok tani Selaawi Mukti di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur bahwa penjualan krisan menurun hampir 100% setelah adanya virus corona.
"Kebijakan lockdown di beberapa daerah guna menghambat penyebaran virus corona seperti imbauan stay at home, jaga jarak (social distancing), dan penundaan hajatan, seperti pernikahan dan kegiatan lainnya yang biasanya membutuhkan bunga untuk dekorasi sangat berpengaruh terhadap penjualan bunga dan daun potong," kata dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait:
Advertisement