Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dua Jenderal TNI Senior Ragukan Kesaptamargaan Gatot: Prihatin

Dua Jenderal TNI Senior Ragukan Kesaptamargaan Gatot: Prihatin Kredit Foto: Tri Yari Kurniawan

Dalam kesempatan berbeda, Mantan Panglima TNI ke-18, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga mempertanyakan hal yang sama. Jenderal Moeldoko mengatakan, setiap prajurit  maupun purnawirawan TNI harus terikat dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Seharusnya pedoman itu menjadi pegangan kuat bagi seorang prajurit TNI hingga akhir hayatnya. 

"Tapi begitu seseorang pensiun, maka otoritas atas pilihan-pilihan itu melekat pada masing-masing orang. Kalau kepentingan tertentu itu sudah mewarnai kehidupan yang bersangkutan, maka saya jadi tidak yakin kadar Saptamarga-nya masih melekat seratus persen karena dipengaruhi kepentingan-kepentingan," kata Jenderal Moeldoko.

Lagi-lagi, jenderal lulusan terbaik Akmil tahun 1982 itu sangat menyesalkan apa yang terjadi di TMP Kalibata pada Rabu kemarin. Menurutnya, sebagai seorang mantan Panglima TNI dan purnawirawan TNI dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat luas tentang apa yang harus dipegang teguh dari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit TNI selama ini.

"Kami, sesama purnawirawan, selalu mengingatkan. Imbauan bahwa mantan prajurit ya harus selalu ingat dan tidak bisa lepas begitu saja. Tapi sekali lagi, kalau itu berkaitan dengan kepentingan, tidak ada otoritas kita untuk bisa melarang. Masing masing sudah punya otoritas atas dirinya," ujarnya.

Baca Juga: Sodetan Ciliwung Mangkrak Era Anies Baswedan? Rocky Gerung Ungkap: Kan Jokowi Memang Berharap Jakarta Banjir

Halaman:

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Viva.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: