H-1 Pelantikan Joe Biden, Situasi Ring Satu Mencekam dan Keamanan Terus Ditingkatkan
FBI juga melakukan pengecekan latar belakang orang-orang yang keluar masuk Washington DC. Jika ada yang terlibat pada aksi anarkis atau terorisme, pihak FBI bakal langsung mengmankan individu tersebut.
Kepala Garda Nasional, Jenderal Daniel R Hokanson menambahkan, pasukan Garda Nasional juga dipantau ketat.
“Jika ada indikasi bahwa ada tentara atau personel kami yang mengungkapkan hal-hal yang merupakan pandangan ekstrem, mereka akan segera ditindak,” tegasnya.
Namun, Hokanson yakin, pasukannya telah diperlengkapi dan dipersiapkan secara memadai. Bahwa mereka berlatih sebanyak yang mereka bisa untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan, agar pergantian kekuasaan Amerika terjadi tanpa insiden.
“Ini prioritas nasional. Kita harus berhasil sebagai sebuah institusi. Kami ingin mengirimkan pesan kepada semua orang di Amerika Serikat dan seluruh dunia, kami dapat melakukan ini dengan aman dan damai,” ujarnya.
Pemeriksaan mendetail seperti ini bukan kali pertama di Negeri Paman Sam. Hal ini sudah pernah dilakukan pasca serangan teroris 11 September 2001. Bedanya, serangan di pelantikan Biden kemungkinan besar dipicu pendukung Presiden Donald Trump, militan sayap kanan, kelompok supremasi kulit putih, dan kelompok radikal lainnya.
Banyak warga yang percaya tuduhan tak berdasar Trump, bahwa Pemilu 3 November lalu sudah dicurangi. Meski klaim Trump sudah ditolak banyak pengadilan dan Mahkamah Konstitusi, sejumlah pendukung Trump tetap pada pendirian mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Muhammad Syahrianto
Tag Terkait: