Kredit Foto: Wahyu Pratama
Pasar smartphone Indonesia mulai memasuki fase di mana konektivitas 5G tidak lagi menjadi fitur premium, melainkan perlahan berubah menjadi standar baru di kelas harga terjangkau.
Di tengah transisi tersebut, Nubia A76 5G muncul sebagai salah satu perangkat yang berani mematahkan anggapan bahwa ponsel 5G selalu identik dengan harga mahal.
Dengan kisaran banderol sekitar Rp1,9–2 jutaan, Nubia A76 5G langsung memposisikan diri sebagai kandidat kuat HP 5G termurah di Indonesia pada 2026.
Strategi ini bukan sekadar perang harga, melainkan langkah agresif untuk menarik pengguna muda yang ingin future-proof tanpa harus masuk segmen menengah.
Daya tarik utama Nubia A76 5G terletak pada keberaniannya membawa 5G ke level harga entry, sesuatu yang beberapa tahun lalu masih sulit dibayangkan.
Perangkat ini mengusung layar lega di kisaran 6,6–6,7 inci beresolusi Full HD+ yang memberi pengalaman visual nyaman untuk YouTube, film, dan media sosial.
Refresh rate yang lebih tinggi dari standar entry membuat animasi sistem dan scrolling terasa lebih halus dibanding ponsel murah konvensional.
Di sektor dapur pacu, Nubia membekali A76 5G dengan chipset 5G entry-level octa-core yang difokuskan pada stabilitas koneksi dan efisiensi daya harian.
Konfigurasi RAM hingga 6–8 GB serta penyimpanan internal lega memberikan ruang cukup untuk multitasking aplikasi populer tanpa cepat terasa sesak.
Baca Juga: Melirik Nubia RedMagic 11 Air: HP Gaming Tipis dengan Baterai Raksasa 7.000 mAh
Kamera utama berkekuatan sekitar 50 MP menunjukkan bahwa Nubia tetap memperhatikan kebutuhan fotografi sosial media yang menjadi prioritas pengguna muda.
Kapasitas baterai di kisaran 5.000 mAh menjadi fondasi penting karena segmen entry di Indonesia sangat sensitif terhadap daya tahan pemakaian.
Pengisian daya cepat standar memastikan pengguna tidak harus menunggu terlalu lama saat mengisi ulang energi perangkat.
Jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Redmi seri entry 5G atau realme Narzo 5G, harga Nubia A76 5G cenderung lebih agresif di titik masuk.
Inilah yang membuat Nubia tidak sekadar menjual spesifikasi, tetapi menawarkan akses awal ke ekosistem 5G bagi konsumen mass market.
Secara strategis, kehadiran ponsel seperti ini berpotensi mempercepat adopsi 5G nasional karena hambatan harga mulai runtuh.
Bagi operator seluler, semakin banyak perangkat 5G murah berarti peluang monetisasi jaringan generasi baru ikut meningkat.
Meski demikian, konsumen tetap perlu memahami bahwa fokus utama ponsel ini adalah konektivitas dan efisiensi, bukan performa gaming berat.
Nilai jual sesungguhnya ada pada kombinasi harga sangat terjangkau, layar nyaman, baterai awet, dan kesiapan menghadapi era 5G.
Jika tren ini berlanjut, Nubia A76 5G bisa dikenang sebagai salah satu pemicu normalisasi HP 5G di kelas rakyat.
Nubia A76 5G bukan sekadar ponsel murah, melainkan simbol bahwa teknologi jaringan terbaru kini mulai benar-benar terjangkau.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: