Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

ASEAN Mungkin Bisa Manfaatkan Keahlian Rusia buat Perangi Kejahatan Dunia Maya

ASEAN Mungkin Bisa Manfaatkan Keahlian Rusia buat Perangi Kejahatan Dunia Maya Kredit Foto: TASS/Russian Presidential Press and Information Office/Alexei Druzhinin
Warta Ekonomi, Moskow -

Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan ASEAN dapat memanfaatkan keahlian Rusia dalam teknologi digital untuk membantu memerangi kejahatan dunia maya.

Menurutnya, hal itu mengingat para pelaku memanfaatkan peningkatan penggunaan layanan daring selama pandemi untuk menyebarkan ideologi mereka dan melakukan kejahatan dunia maya.

Baca Juga: Ikut Amerika, Rival China yang Ini Janjikan Dana Segar Lebih buat ASEAN

“Dalam hal ini, Asean dapat memanfaatkan keahlian Rusia dalam teknologi digital,” katanya dalam intervensinya pada KTT ASEAN-Rusia virtual ke-4 yang diadakan di sela KTT Asean ke-38 dan ke-39 serta KTT Terkait, Kamis (28/10/2021).

Ismail Sabri mengatakan Malaysia berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya di bidang ini melalui Pusat Regional Asia Tenggara untuk Kontra-Terorisme dan Keamanan Siber Malaysia.

Dia menambahkan Cybersecurity Malaysia memiliki rencana untuk menyelenggarakan inisiatif ASEAN Digital Security Professional Development & Lifelong Learning yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan cybersecurity untuk mengurangi ancaman siber di kawasan itu, menambahkan bahwa Malaysia menantikan dukungan Rusia untuk program tersebut.

Perdana menteri juga mengucapkan selamat kepada Rusia karena memproduksi vaksin Sputnik, yang telah berkontribusi besar dalam upaya memerangi pandemi.

Dia menyarankan agar ASEAN dan Rusia harus berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan dalam diagnostik dan pengobatan Covid-19, pembuatan dan distribusi vaksin, keamanan biologis dan berbagi pengetahuan dan keahlian teknis tentang teknologi genetika molekuler dalam pengawasan penyakit menular.

Ini akan membantu wilayah tersebut untuk lebih siap menghadapi keadaan darurat kesehatan di masa depan.

Baca Juga: Gawat! Kesimpulan Komnas HAM Soal Penyiksaan Joshua Bisa Berbahaya, Refly Harun: Jangan Lupa Kasus KM 50

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: