Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prabowo Tuangkan Kenangan Bersama Gus Dur di Buku Terbarunya

Prabowo Tuangkan Kenangan Bersama Gus Dur di Buku Terbarunya Kredit Foto: Antara/Prabowo Subianto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, membagikan pengalamannya bersama Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Prabowo, Gus Dur adalah seorang mentor kehidupannya.

Mereka berdua telah saling kenal. Lebih tepatnya hubungan mereka terbangun kaa Prabowo masih berpangkat mayor.

“Pelajaran paling penting yang saya ambil dari Gus Dur adalah sifat beliau yang selalu moderat. Dengan siapa pun dia tidak mau bermusuhan, dan dia selalu mengayomi,” tulis Prabowo dalam bukunya, Kemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, dikutip Jumat (3/12).

Baca Juga: Prabowo Digugat Mantan Kader, Gerindra Malah Santai

Prabowo, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI menerangkan, hubungannya dengan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu berawal dari kedekatan ibunda Gus Dur dengan eyangnya karena saling bertetangga di Jalan Matraman 10, Jakarta Timur. Usia keduanya pun hampir sama.

"Kalau sudah suatu usia dan bertetangga, biasalah budaya suka ngerumpi bersama,” sebutnya.

"Saya terharu waktu nenek saya meninggal, ibunya Gus Dur yang memandikan nenek saya. Demikian hubungan dekat mereka," tambahnya.

Secara pribadi, sebut Prabowo, dirinya mengenal Gus Dur dengan baik. Meski begitu, keduanya masih memiliki ketidaksamaan sudut pandangan.

"Kita ada perbedaan pandangan, tapi, ya, di ujungnya saya sadar bahwa Gus Dur orang yang sangat visioner," katanya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkap Gus Durlah yang begitu mengilhami dirinya. Terutama atas sikap moderat yang dipraktikannya.

"Dia [Gus Dur] baik sama orang Nasrani, Kristiani bahkan sama orang Yahudi pun dia berani buka hubungan. Yang penting kita berhubungan, yang penting kita dialog. Belum tentu kita setuju dengan pendapatnya," ungkapnya.

"Jadi sifat untuk menghormati semua orang, sifat untuk mencari titik titik temu ini pengaruh terbesar beliau kepada saya. Semoga Hal ini dapat saya bagikan kepada saudara melalui buku ini," tambahnya.

Baca Juga: Waduh... Prabowo Bertemu Menhan China, Ternyata Bahas Ini

Melalui buku tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat, terutama pembaca, menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan bertanya kepada diri sendiri, apakah jasad para pemuda, pejuang, rakyat Nusantara hanya akan menjadi tulang lutut tidak berarti atau menginspirasi bagi gerakan ke depan.

"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya tidak bisa tenang mengetahui banyak anggota bangsa Indonesia saat ini tidak tahu perjuangan I Gusti Ngurah Rai, Ignatius Slamet Riyadi, Wolter Monginsidi, Bung Tomo, Pak Dirman, Pangeran Diponegoro. Saya tidak bisa tenang," tandasnya.

Baca Juga: Andika dan Anies Diduga Jadi Anak Kesayangan AS, Masinton Nggak Yakin: Percaya Kalau Amerika Cuma Pasang di Satu Kaki?

Penulis: Adrial Akbar
Editor: Adrial Akbar

Advertisement

Bagikan Artikel: