Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tekan Angka Pengangguran, LPK Harus Fasilitasi Sertifikasi Profesi

Tekan Angka Pengangguran, LPK Harus Fasilitasi Sertifikasi Profesi Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Setiap Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) bisa mengeluarkan sertifikasi profesi sehingga para lulusan bisa bersaing di dunia ketenagakerjaan

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Arief Syaifudin, mengatakan bahwa dengan keterampilan yang dimiliki oleh lulusan di setiap LPK akan mempu mengurangi angka penganggur di kota Badung. 

"Dari sektor jasa bisa meminimalisir jumlah pengangguran di kota Bandung. Tahun ini Disnaker Kota Bandung sudah mendorong sekitar 1.500 wira usaha baru. Diharapkan tahun depan jumlahnya bisa bertambah," katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (22/12/2021). Baca Juga: IM2 Resmi Bubar, Indosat Bicara Nasib Karyawan: Semua Dipecat

Arief menilai dengan mengikuti keterampilan pelatihan di LPK dinilai tepat karena akan membuka peluang usaha. Selain itu sektor jasa ini juga masih menjadi unggulan di masa yang akan datang karena  menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia. Pangsa pasar bisnis ini pun masih luas, tinggal menumbuhkan kepercayaan pelanggan. 

"Wira usaha ini akan selalu dibutuhkan masyarakat tinggal bagaimana memanfaatkan media sosial dengan baik sehingga diketahui kemampuannya. Ini sebagai modal dasar agar kita diterima oleh pelanggan," katanya.

Arief berharap para calon tenaga kerja harus dibekali keahlian lainya terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

"Sehingga diharapkan bisa menjadi para wirausahawan baru yang ke depannya bisa merekrut tenaga kerja," ujarnya.

Adapun, Direktur LPK Karya Jelita, Rani Sintiawati mengatakan pihaknya sudah memfasilitasi sertifikasi profesi setelah sebelumnya mengikuti  ujian lokal dan kompetensi.

Menurutnya, masih dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten tidak hanya pintar untuk diri sendiri melainkan praktisi di lapangan. 

"Jika lulusan sudah siap terjun ke dunia usaha maupun tenaga kerja sudah menjadi SDM yang unggul," katanya.

Dia menyebutkan LPK Karya Jelita juga bermitra dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA). Selain itu berkolaborasi dengan Kadin, HIPMI termasuk media massa dan UMKM

"Outpunnnya bisa bermacam-macam misalnya kerja di bidang pariwisata," ujarnya.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan LPK Karya Jelita yakni melakukan  Gelar Karya untuk memotivasi dan menumbuhkan keberanian serta melatih mental agar berani tampil di depan umum sekaligus mempromosikan kompetensi/kemampuan para peserta. Seperti yang dilakukan oleh tempat kursus ataupun pendidikan pelatihan yang ada diluar negeri.

"Harapan kami kegiatan ini mendapat support dukungan dan sinergi dari para mitra, pemerintah dan IDUKA dalam menjalankan amanah untuk menciptakan dan melahirkan  SDM yang kompeten dan siap bersaing di era digital," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa mengatakan upaya yang sudah dilakukan LPK Karya Jelita sudah baik karena  peluang usaha itu harus diciptakan. 

Kadin Kota Bandung telah membantu pelatihan usaha untuk LPK tersebut yang sesuai dengan harapan bersama. 

"Ini kesempatan bagi yang lainnya. Karena masih banyak peluang yang harus dimanfaatkan terutama di Kota Bandung. Saya harap kesempatan ini dimanfaatkan juga oleh Wira usaha lainnya," ungkapnya.

Di mengaku optimis pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung akan semakin membaik. Pasalnya ibukota Jawa Barat ini berbeda dengan daerah lainnya dengan kreativitas masyarakatnya sehingga akan cepat menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.

Dia mencontohkan meskipun dilanda pandemi tapi dengan penerapan digitalisasi pertumbuhan ekonomi masih tetap berjalan. 

"Justru dengan pandemi ini, banyak peluang yang tercipta seperti kuliner dan jasa bisnis lainnya pun akan terus berkembang," pungkasnya.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan