Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Catat Janji Puan! Rancangan Aturan kekerasan Seksual Segera Disahkan

Catat Janji Puan! Rancangan Aturan kekerasan Seksual Segera Disahkan Kredit Foto: Twitter/Puan Maharani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPR Puan Maharani menyebut maraknya kasus kekerasan seksual menjadi urgensi disahkannya rancangan undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Ia memastikan komitmen DPR untuk cepat menyelesaikannya.

"Banyak sekali terjadi kasus-kasus kekerasan seksual dan hal ini menjadikan DPR semakin berkomitmen agar RUU TPKS dapat segera disahkan," ujar Puan lewat keterangan tertulisnya, Jumat (31/12).

Ia menyampaikan keprihatinannya atas kasus pemerkosaan, serta penjualan anak perempuan berusia 14 tahun di Bandung dan Maros. Puan meminta pihak Polri mengusut tuntas kasus tersebut, menangkap, dan menghukum seberat-beratnya seluruh pelaku.

Melihat kasus-kasus tersebut, Puan menegaskan kembali bahwa DPR  mengupayakan agar RUU TPKS segera bisa disahkan menjadi undang-undang dalam waktu dekat. Adapun, pengesahan RUU TPKS hanya tinggal persoalan teknis waktu.

"Kasus-kasus pemerkosaan di Bandung dan Maros itu menambah panjang kejahatan seksual di Indonesia, termasuk kasus eksploitasi anak oleh guru pembimbing agama beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, DPR RI siap gas penyelesaian RUU TPKS," ujar Puan.

Selanjutnya, ia berharap pemerintah cepat memproses surat presiden setelah RUU TPKS ditetapkan sebagai RUU inisiatif DPR. Pasalnya, Badan Legislasi (Baleg) sudah menyelesaikan pembahasan drafnya.

"Sehingga tahapannya berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada serta pembahasan di tingkat II dapat berjalan lancar. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan seksual di Indonesia," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan